Duel Semen Padang FC menghadapi Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda yang berakhir, 3-0.

PADANG – Borneo FC mengirim Semen Padang FC menuju Liga-2 musim 2026-2027. Kekalahan telak, 3-0 di Stadion Segiri Samarinda seperti sinyal kuat jika Kabau Sirah harus bersiap turun kasta pada kompetisi mendatang.

Jika dipresentasikan, kans untuk bertahan di Liga-1 Super hanya 10 persen. Mari berhitung. Semen Padang menyisakan 4 laga jelang liga berakhir.

Dua laga kandang masing-masing menghadapi Madura United dan Persik Kediri. Sementara laga awai harus berhadapan dengan Dewa United dan Persija Jakarta.

Pertandingan tandang akan terasa sulit meraih hasil imbang apalagi menang. Otomatis enam poin kandang menjadi poin maksimal. Perolehan poin 26 tidak akan cukup membawa skuad asuhan Imran Nahumarury untuk tetap stay di Liga-1.

Tim berperingkat 15 yang merupakan posisi di atas “garis merah” saat ini ditempati Madura United yang telah mengoleksi 26 angka dan menyisakan
2 pertandingan kandang masing-masing menghadapi Bali United dan PSM Makasar.

Satu kemenangan, minimal imbang dari dua laga home tersebut telah cukup menghindari klub asal Madura ini dari ancaman degradasi.

Sen Padang benar-benar dalam situasi sulit. Bicara logika, misi yang tengah dijalankan seperti tak masuk akal. Meski begitu peluang 10 persen yang tersisa bukan tak mungkin akan mengubah nasib tim urang awak secara drastis, meski banyak pihak yang pesimis.

Akui Kekalahan

Pelatih Semen Padang Imran Nahumarury mengakui, kekalahan atas Borneo FC tak terlepas dari kesiapan tim rumah yang lebih maksimal dari tim asuhannya.

Materi pemain berikut peringkat tim lawan di papan klasemen menurut eks Pelatih Malut United itu membuktikan Borneo bukanlah tim sembarangan dan menjadi salah satu kandidat juara musim ini.

“Saya mengapresiasi perjuangan pemain. Mereka telah berusaha semampu mereka. Tim lawan jauh lebih baik dan memang berhak menang,”ujar Imran usai pertandingan.

Walau berada dalam tekanan ekstra, ia mengungkapkan akan memberikan yang terbaik dalam sisa pertandingan. Pihaknya menolak menyerah dan berjuang hingga titik darah penghabisan.

“Banyak hal yang wajib kita perbaiki. Penyerangan, penyelesaian akhir, pertahanan juga transisi,” ungkapnya.

Pada laga selanjutnya, Semen Padang bakal bertindak sebagai tuan rumah, menjamu Madura United di Stadion Haji Agus Salim Padang, Rabu (29/4/2029).

“Saya menginginkan suporter tetap memberikan dukungan atas perjuangan kami,” pungkasnya. (adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *