Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade.

PADANG – Pasca Semen Padang FC terdegradasi ke Liga-2 musim mendatang, banyak publik mempertanyakan keberadaan penasihat Semen Padang, Andre Rosiade.

Andre selama ini disebut-sebut sebagai sosok yang paling getol berada di belakang tim, memberikan support dan dukungan. Tidak saja moril namun juga materil.

Hanya saja, setelah Kabau Sirah dipastikan turun kasta, anggota DPR RI itu seakan hilang dari peredaran. Tidak seperti sebelumnya, ia yang selalu memberikan komentar di setiap laga Semen Padang.

“Seluruh suporter Semen Padang banyak yang menanyakan, mencari saya, dibilang Andre Rosiade hilang. Saya ingin menyampaikan, saya tidak hilang. Namun, tidak mungkin saya bersuara kalau memang kekalahan disebabkan karena kesalahan kita sendiri,” ujar Andre dalam akun Instagramnya, @andre_rosiade, pada Senin (4/5/2026) lalu.

Ya, Andre Rosiade menilai, terdegradasinya Kabau Sirah ke Liga-2 tidak disalahkan oleh siapa-siapa. Bukan karena wasit curang atau adanya mafia, melainkan karena tidak mampunya bersaing dengan kontestan lain di Super League.

“Sehingga kekalahan-kekalahan itu, ya tentu penyebabnya adalah kesalahan Semen Padang FC sendiri. Karena faktanya kegagalan itu karena kita sendiri, dan harusnya kita melakukan introspeksi, bukan bersuara,” lanjutnya.

Instropeksi

Andre mengaku sedih atas kenyataan tom kesayangannya kembali terjerembab ke Liga-2. Ia meminta kegagalan ini menjadi bahan instrospeksi untuk lebih baik kedepannya.

“Saya ingin menyampaikan kenyataan memang pahit, bahwa kita mengalami degradasi ke Liga 2. Bukan hanya untuk teman suporter saja, tapi juga bagi saya. Siapa Andre Rosiade? Andre Rosiade sama statusnya dengan suporter yang lain. Saya murni suporter Semen Padang sejak usia 3 tahun, dan selalu menjadi suporter Semen Padang yang setia,” ucap Andre.

Ia tidak menampik, hancur leburnya tim pada kompetisi juga disebabkan oleh dana yang tidak memadai, sehingga hal ini berdampak pada kondisi tim.

Ia menjelaskan, PT Semen Padang selaku pemilik klub hanya mampu menyumbangkan dana Rp15 miliar.

Untuk mencukupi pendanaan, ia mengucurkan hampir Rp20 miliar dari hasil menggaet sponsor, jumlah yang bahkan melampaui kontribusi pemilik Kabau Sirah.

“Kalau mau jujur-jujuran, yang mampu memberi klub Semen Padang FC hanya dibantu Rp20 miliar oleh PT Semen Padang Maaf, uang yang didapatkan Semen Padang hanya Rp15 miliar. Saya, sebagai penasihat, melaksanakan tanggung jawab moral saya dengan menyediakan dan membantu sponsor dan anggaran hampir Rp20 miliar,” tutur Andre.

Masalah tidak berhenti di situ. Setiap laga kandang di Stadion H Agus Salim, Padang, membutuhkan anggaran Rp211 juta, sementara pemasukan dari tiket rata-rata hanya berkisar Rp130 juta hingga Rp180 juta sehingga Semen Padang terus merugi.

Hal inilah yang menjadi penyebab, dari tidak konsisten serta hancurnya Semen Padang FC musim ini. (rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *