PADANG – Mungkin benar, jika pencinta Semen Padang harus menyisakan ruang ikhlas, menerima jika musim depan Kabau Sirah harus turun kasta ke Liga-2.
Hal itu sesuai dengan permintaan petinggi Semen Padang yang jauh-jauh hari seakan yakin jika tim asuhan Imran Nahumarury tak akan sanggup bertahan di kasta tertinggi sepakbola nasional pada kompetisi kali ini.
Hal ini disampaikan komisaris Semen Padang. Ungkapan menyerah itu bersamaan dengan ucapan terima kasih kepada semua elemen tim termasuk suporter yang selama ini memberikan dukungan.
“Perjalanan telah mendekati akhir.. semua pasti menginginkan yang terbaik. Akan tetapi qadarullah keinginan kita belum diijabah Allah. Mari kita sisakan ruang ikhlas untuk menerima kenyataan ini.” kata Komisaris Semen Padang Braditi Moulevey beberapa waktu lalu.
Apa yang disampaikan Braditi merupakan sinyal kuat, jika peluang untuk memaksa diri bertahan di Super League bisa dikatakan tidak ada lagi. Terutama saat menerima kekalahan di kandang sendiri saat menjamu Madura United.
Sejatinya, sinyalemen degradasi sebetulnya sudah terlihat sejak putaran kedua digulirkan.
Bongkar pasang pemain, memberikan gambaran, jika tim ini bakal sulit bersaing diputaran kedua.
Kehadiran pemain asing yang sebagian besar belum pernah merasakan atmosfer serta kerasnya kompetisi domestik menjadi masalah mendasar.
Belum lagi pergantian pelatih sampai dua kali, dari Eduardo Almeida di awal musim, lalu berganti ke Dejan Antonic, lantas Imran Nahumarury hingga kompetisi berakhir. Situasi ini sangat jarang terjadi.
Terlepas dari isu kurang sedap yang terjadi di tim dan jajaran manajemen, Semen Padang memang tak bisa terselamatkan dan bakal bersaing di Liga-2 musim depan.
Bahkan, mungkin lebih baik bermain di kasta kedua tapi juara, dari pada hancur lebur di Super League hingga berakhir turun kasta.
Liga 2 Bukan Aib
Semen Padang bersiap memulai dari nol lagi. Liga-2 bukan aib, melainkan restart untuk kembali bermain di Liga-1 musim 2027-2028.
Dituntut profesionalisme manajemen, ketepatan mencari pemain dan pelatih, jika masih menargetkan promosi lagi.
Bagi Semen Padang degradasi bukan hal yang baru. Pada musim 2017, tim urang awak terdegradasi ke Liga 2 setelah finis di peringkat ke-16. Sementara pada 2019 kembali turun kasta setelah finis di posisi terbawah.
Semen Padang promosi pada kompetisi 2018 menempati peringkat runner sekaligus bermain di Liga-1 musim 2019.
Kabau Sirah kembali ke Liga-1 pada 2024 untuk musim kompetisi 2024-2025 dengan berada di posisi kedua, kalah di final atas PSBS Biak.
Semua pihak tentu berharap, Semen Padang tidak berlama-lama di Liga-2. Cukup satu edisi saja. (rif)

