Duel Semen Padang vs Madura United yang berakhir kekalahan bagi tuan rumah, 0-1.

PADANG – Semen Padang FC nyaris tak terselamatkan. Liga 2 di depan mata. Kekalahan 0-1 dari Madura United di kandang sendiri, Rabu (29/4/2026) ibarat “malaluan galeh ratak“. Kesempatan yang sangat kecil untuk bertahan di Super League sekaan sengaja di tutup sehingga tak punya kans lagi mempertahankan peluang kecil yang awalnya masih ada.

Rata-rata publik Sumatera Barat yakin jika tak ada cara untuk bertahan di kasta teratas sepakbola nasional, meski pun meraih seluruh kemenangan pada empat laga yang tersisa.

Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury menyampaikan maaf atas hasil buruk yang diserita tim asuhannya, sehinggaemioiki potensi besar untuk turun kasta musim depan.

Ia tidak menutupi kekecewaan seusai laga, bahkan langsung meminta maaf kepada suporter dan masyarakat Sumatera Barat. “Pertama tentunya saya mohon maaf kepada suporter dan masyarakat Sumatera Barat. Segala upaya sudah kami lakukan, tetapi faktanya kami kalah. Saya tidak mau salahkan siapa-siapa. Ini kesalahan saya sebagai pelatih,” ujar Imran.

Menurutnya, ada beberapa pemain tampil maksimal, ada yang tidak. Namun, ia sudah sampaikan tidak akan salahkan pemain. “Ini tanggung jawab saya sebagai pelatih,” katanya.

Mantan pelatih Malut United itu menyebut tim sebenarnya sudah melakukan banyak pembenahan, mulai dari lini serang, pertahanan hingga transisi permainan. Namun, menurutnya, persoalan mentalitas menjadi faktor utama keterpurukan tim.

“Attacking, defending, transisi sudah kita perbaiki. Namun, memang mentalitas yang akhirnya bicara. Saya tetap apresiasi beberapa pemain yang tampil luar biasa hari ini,” lanjutnya.

Walau kenyataanya posisi tim makin dekat dengan degradasi dan kompetisi hanya menyisakan empat pertandingan, Imran memastikan belum menyerah. “Secara kalkulasi matematika memang demikian (dekat dengan degradasi). Namun, saya punya tanggung jawab pada kondisi apa pun itu. Saya akan terus sampai akhir kompetisi,” tegasnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa jadwal padat menjadi penyebab buruknya performa tim.

“Kelelahan karena jadwal yang ketat tidak bisa dijadikan alasan. Madura United dan tim lain juga menghadapi hal yang sama. Sekali lagi, ini terkait mentalitas,” pungkasnya. (rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *