Duel Semen Padang dan Persijap di Stadion Haji Agus Salim Padang, beberapa waktu lalu.

PADANG – Enam laga sisa, masing-masing tiga di kandang dan tiga laga away merupakan kesempatan terakhir bagi Semen Padang untuk lolos dari lubang jarum, dalam artian selamat dari ancaman Liga-2 musim depan.

Sulit. Ya, amat sulit. Tapi tak ada yang tidak mungkin. Ada 18 poin di depan mata. Tentu dengan catatan menyapu bersih semua laga dengan kemenangan.

Semen Padang bakal bertindak sebagai tuan rumah menghadapi Madura United, Persik Kediri dan Persebaya Surabaya.

Pada klasemen sementara, Madura United berada di posisi 15, Persik diperingkat 12 dan Persebaya di tempat ke-6.

Tidak muluk-muluk, hanya partai kandang lah yang paling mungkin bisa dimanfaatkan untuk menambah devisit poin.

Terlalu naif rasanya, jika berharap kemenangan di pertandingan kandang. Apalagi lawan yang akan dihadapi Borneo FC, Dewa United dan Persija. Borneo dan Persija saat ini dalam persaingan sengit dalam mengejar Persib yang sampai saat ini berada di undakan pertama.

Sementara Dewa United, penampilan mereka semakin on fire. Mereka tee tentu tak ingin kehilangan poin di kandang sendiri.

Hitung-hitungan di atas kertas, maksimal 9 poin dalam 6 laga merupakan capaian yang realistis bagi Semen Padang. Jika terealisasi, hingga akhir kompetisi nanti, poin akhir Kabau Sirah hanya 29.

Peluang Semen Padang bertahan di Liga-1 terbilang sangat tipis. Setipis tisu. Jika PSM, Madura United dan Persis Solo kalah dalam 6 laga yang dilakoni, barulah tim urang awak selamat. Tapi hal itu sangat sulit terjadi.

Usai kekalahan memalukan dari Persijap, 0-2 beberapa waktu lalu di Stadion Haji Agus Salim Padang, Pelatih Imran Nahumarury harus memutar otak bagaimana menyelamatkan tim agar tidak terjerembab ke kompetisi kasta kedua.

Ia tidak bisa menyembunyikan rasa kecewa atas performa pemain yang sangat sulit membongkar pertahanan Laskar Kalinyamat.

Perubahan Signifikan Lawan

Minimnya peluang yang tercipta membuat misi bangkit dari zona merah kian berat.

“Apa yang kita inginkan tak tercapai. Kecewa pasti. Suporter, pemain, semua kecewa. Apa yang kita buat, tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tapi kalau tidak ada peluang, ya tidak ada gol. Lawan punya peluang, mereka cetak gol,” kata Imran Nahumarury seperti dikutip dari laman resmi ILeague usai laga.

Ia menyoroti perubahan signifikan yang ditunjukkan Persijap Jepara dibandingkan pertemuan pertama. Meski sempat menang di Jepara pada putaran sebelumnya, kondisi saat ini jauh berbeda karena lawan tampil lebih solid dan disiplin.

Menatap enam laga sisa di Super League musim 2025/2026, perjuangan untuk lolos dari jerat degradasi dipastikan akan semakin terjal untuk Kabau Sirah. Namun, Imran Nahumarury menegaskan komitmennya untuk terus berjuang hingga titik darah penghabisan.

“Sulit memang, tapi kita akan terus bekerja keras sampai selesai,” pungkasnya. (rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *