Padang, Rakyat Sumbar — Sejarah sebuah kota tidak hanya tersimpan dalam bangunan tua, arsip, atau catatan sejarah. Kadang, jejak itu justru hidup dalam cerita orang-orang yang masih mengingatnya.
Hal itulah yang menjadi perhatian dalam pertemuan Ketua LSM Meja Putih Saiyo, Ramlan Tuangku Guru, dengan Firman Wanipin, Founder Channel YouTube Ciloteh Wanipin, yang membicarakan jejak perjalanan seorang ulama di kawasan Pasar Baru, Kota Padang.
Pembicaraan tersebut mengarah pada sosok Syekh Muhammad Thaib, ulama yang dalam catatan sejarah lokal dikenal memiliki kaitan dengan perkembangan pengajaran Islam dan Tarekat Naqsyabandiyah.
Di kawasan Surau Baru, Pasar Baru, terdapat makam Syekh Muhammad Thaib. Keberadaan makam tersebut menjadi salah satu penanda bahwa kawasan itu memiliki perjalanan sejarah keagamaan yang panjang.
Syekh Muhammad Thaib disebut mendirikan sebuah surau di kawasan Pasar Baru pada 1910.
Surau pada masa itu bukan sekadar tempat melaksanakan ibadah. Dalam tradisi masyarakat Minangkabau, surau juga menjadi ruang pendidikan agama, tempat mengaji, sekaligus tempat bertemunya masyarakat untuk belajar dan berdiskusi.
Dari surau, pengetahuan keagamaan diwariskan dari guru kepada murid.
Karena itu, ketika membicarakan makam Syekh Muhammad Thaib, pembahasannya tidak berhenti pada sebuah pusara. Ada sejarah pendidikan Islam dan tradisi keagamaan yang ikut menjadi bagian dari perjalanan kawasan tersebut.
Menjaga Ingatan Sejarah
Dalam pertemuan Ramlan Tuangku Guru dan Firman Wanipin, perhatian juga tertuju pada pentingnya menjaga ingatan terhadap tokoh-tokoh ulama yang pernah memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Bagi generasi sekarang, nama-nama ulama masa lalu bisa saja semakin asing jika tidak terus diperkenalkan melalui cerita, dokumentasi dan kegiatan kebudayaan.
Sejarah tidak selalu harus dimulai dari peristiwa besar. Kisah seorang ulama yang mengajar di surau, para murid yang datang menuntut ilmu, serta tradisi keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat juga merupakan bagian dari sejarah sebuah daerah.
Dalam perjalanan masyarakat Minangkabau, surau memiliki hubungan erat dengan pendidikan keagamaan.
Tradisi belajar agama melalui surau melahirkan hubungan guru dan murid yang kuat. Berbagai ajaran dan tradisi keislaman berkembang melalui ruang-ruang pendidikan tersebut.
Nama Syekh Muhammad Thaib kemudian menjadi bagian dari cerita sejarah lokal Pasar Baru, terutama berkaitan dengan surau dan pengajaran Tarekat Naqsyabandiyah.
Makamnya menjadi pengingat bahwa kawasan yang kini berkembang sebagai bagian dari Kota Padang memiliki lapisan sejarah yang jauh lebih panjang.
Dari Cerita Menjadi Dokumentasi
Pertemuan Ramlan Tuangku Guru dengan Firman Wanipin juga membuka ruang untuk membicarakan bagaimana kisah-kisah sejarah lokal dapat terus didokumentasikan dan diperkenalkan kepada masyarakat.
Firman Wanipin sebagai Founder Channel YouTube Ciloteh Wanipin memiliki perhatian terhadap kisah-kisah masyarakat, tokoh lokal dan perjalanan sejarah yang berkembang di tengah masyarakat.
Sementara Ramlan Tuangku Guru, melalui LSM Meja Putih Saiyo, selama ini dikenal dalam berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan masyarakat.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bertukar cerita mengenai warisan sejarah dan budaya yang masih tersisa di tengah perkembangan Kota Padang.
Jangan Sampai Jejak Itu Hilang
Makam Syekh Muhammad Thaib mungkin hanyalah satu titik kecil di tengah perkembangan Kota Padang.
Namun dari titik kecil itu, terbuka cerita mengenai surau, ulama, pendidikan agama dan tradisi keislaman yang pernah tumbuh di tengah masyarakat.
Jejak seperti itu penting untuk dicatat.
Sebab ketika generasi berganti, cerita yang tidak didokumentasikan perlahan bisa hilang dari ingatan.
Dan ketika sebuah makam ulama masih dikenang, sejarahnya masih dibicarakan, serta jejak perjuangannya kembali diperkenalkan, sesungguhnya masyarakat sedang merawat bagian dari identitas daerahnya sendiri. (fwi)
