Salah Pelatih atau Salah Pemilihan Pemain?

Padang, Posinfo – Semen Padang FC kembali menelan hasil minor. Kalah untuk kali kedua di awal kompetisi Liga-2. Teranyar, Kabau Sirah keok di kandang Persikad Depok 2-1, Minggu (11/10/2026).

Kekalahan ini diderita di bawah asuhan pelatih anyar Stefano Teco Cuggura yang direkrut menggantikan pelatih terdahulu, Nilmaizar.

Teco yang digadang-gadang mampu membawa perubahan signifikan di tengah “mega bintang” tim, tak sanggup berbuat banyak. Meski baru laga perdana bersama tim, belum terlihat perubahan nyata yang menjadi pembeda ketiga Semen Padang dilatih Nilmaizar.

Keputusan manajemen mengganti pelatih kepala terbilang masih “prematur”. Nilmaizar baru menjalani empat pertandingan dengan hasil 2 kemenangan, satu kali imbang dan sekali kalah. Di atas kertas prestasi pelatih asal Payakumbuh, Sumatera Barat itu  masih lumayan.

Yang menjadi pertanyaan, apakah keputusan mengganti pelatih sudah sangat urgent, atau justru pemilihan pemain yang menjadi akar dari semua masalah?

Bicara kualitas, Teco maupun Nil bukanlah nama baru di kancah kepelatihan. Dua nama ini sebelumnya telah membuktikan kualitas naik di kompetisi domestik maupun level yang lebih tinggi, seperti Nilmaizar yang pernah melatih Timnas senior.

Di sisi lain, Semen Padang merupakan salah satu dari tiga tim dengan harga tertinggi di Liga-2. Sederet pemain pernah memperkuat Timnas. Pengalaman dan jam terbang sebagian besar pilar tentu tak diragukan lagi.

Atas hasil ini, apakah manajemen yang keliru menentukan pelatih atau justru salah dalam menyusun kerangka tim?

Alasan Teco

Stefano Teco Cuggura awalnya merasa yakin bisa mencuri poin di kandang Persikad Depok. Apalagi pada laga ini Semen Padang sempat unggul lebih dulu, sebelum dua gol tuan rumah mengubah hasil pertandingan.

Teco menilai, secara keseluruhan, anak asuhnya tampil baik pada laga ini. Hanya saja, kelengahan di akhir babak kedua menimbulkan malapetaka sehingga hasil imbang yang seharusnya menjadi akhir laga buyar di penghujung laga.

Seusai pertandingan, Teco menilai Semen Padang FC sebenarnya memiliki peluang untuk memenangkan laga. Ia menyebut timnya tampil baik pada babak pertama dan mampu menciptakan sejumlah peluang bersih, tetapi hanya satu yang berhasil dikonversi menjadi gol.

“Babak pertama kita main bagus dari lawan dan banyak menciptakan peluang sekitar empat peluang bersih. Tapi hanya satu yang gol. Babak kedua lawan bermain lebih menyerang dan yang terakhir kita hilang organisasi sehingga mereka bisa serangan balik,” ujarnya seusai laga.

Menarik ditunggu, apakah Teco benar-benar mampu membuat perubahan nyata di tim ini atau malah akan bernasib sama dengan Nilmaizar yang didepak paksa. Jawaban itu akan tersaji pada Derby Andalas menghadapi PSMS Medan, Sabtu (17/10/2026) di Stadion Patriot Chandrabaga Bekasi.(rif)