PADANG– Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang mengklarifikasi terkait keluhan pelanggan yang disampaikan di beberapa media sosial terkait layanan operator air bersih tersebut sejak beberapa hari ke belakang.
Keluhan tersebut mencakup penurunan kualitas air minum dengan indikasi keruh, berbau, intensitas kecil, air hanya hidup di malam hari hingga ada pelanggan yang mengaku airnya tidak hidup sama sekali.
Direktur Utama Perumda AM Padang Hendra Pebrizal didampingi Dirtek Andri Satria pada sesi keterangan pers yang berlangsung di sebuah kafe, Jumat (10/7/2026) memberikan jawaban terkait keluhan pelanggan tersebut.
Hendra Pebrizal mengatakan, secara umum, pasca terjadinya banjir bandang pada 25 November 2025 silam berdampak signifikan terhadap produksi dan suplai air bersih.
Sektor yang paling terdampak adalah sumber air, salah satunya Batang Kuranji yang menyuplai intake Kampung Koto mengaliri IPA Gunung Pangilun yang berkapasitas maksimal 550 liter/detik.
Kualitas air yang menurun juga ditambah dari dampak perbaikan IPA Gunung Pangilun yang kondisinya saat ini sudah tidak layak operasi. Untuk diketahui, IPA Gunung Pangilun dibangun pada tahun 1957, fasilitas yang ada saat ini sudah sangat rapuh dan tidak layak.
“Tahun ini, kita mendapat bantuan perbaikan intake Kampung Koto, IPA Gunung Pangilun. Perbaikan ini berupa pengerjaan pasca bencana dan rehab rekon. Proyek di mulai 22 Desember 2025 sampai 22 Desember 2026. Fokus perbaikan pada jaringan,intalasi pengolahan dan filter,” ujar Hendra Pebrizal.
Untuk perbaikan secara keseluruhan pemerintah pusat melalui Kementerian PU mengelontorkan anggaran lebih kurang Rp650 M. Sementara khusus untuk tanggap darurat pasca banjir bandang dianggarkan Rp70 M.
Ia menjelaskan, terjadinya kekeruhan lantaran intalasi pengolahan tidak mampu melakukan produksi maksimal. Namun, secara regulasi Perumda tetap memberikan bahan kimia agar air layak digunakan, meski secara fisik terlihat keruh.
Hendra menyampaikan, saat ini pengerjaan perbaikan IPA Gunung Pangilun tengah berlangsung, sekitar 50 ribu pelanggan yang terdampak akibat perbaikan ini.
“Kita punya dua opsi untuk pengerjaan IPA Gunung Pangilun. Pertama suplai air kepada pelanggan dihentikan total dengan harapan pekerjaan cepat selesai. Kedua, layanan tetap jalan sambil pengerjaan, dengan catatan kualitas air menurun. Kita pilih opsi kedua, sebab air sangat dibutuhkan masyarakat,” jelas Hendra.
Ia memastikan, di tengah kondisi sulit yahh dihadapi, suplai layanan terhadap objek vital tetap aman. Daerah perkotaan seperti rumah sakit, Perumda AM sudah siapkan 6 armada untuk menyuplai air secara langsung selama 24 jam.
“Harapan kita dalam dua bulan ke depan pelayanan khususnya pusat kota bisa normal kembali. Namun, selama pengerjaan, suplai air tetap kita penuhi meski kualitasnya tidak terlalu bagus,” pungkasnya.
Bantuan Pusat
Direktur Teknik, Andri Satria menambahkan 98 persen produksi air bersih berasal dari lima sungai di Kota Padang. Ia menjelaskan setelah bencana banjir bandang tahun lalu, kualitas air sungai mengalami penurunan.
Kekeruhan yang terjadi di air baku sangat tinggi, 100 hingga 200 NTU dan kualitasnya asam. Perumda AM Padang memerlukan banyak bahan kimia untuk pengolahan. “Kualitas air baku yang berubah harus disikapi dengan perbaikan jaringan pipa,” katanya.
Pihaknya bersyukur, lantaran Kementerian PU telah memperbaiki intalasi pengolahan air di IPA Gunung Pangilun yang melayani mayoritas pelanggan di Kota Padang. Nantinya jika IPA ini selesai, maka pelayanan akan terdongkrak, pelanggan pun bertambah.
“Sat ini, pasca bencana alam, IPA Gunung Pangilun yang awalnya memproduksi 550 liter/detik kini hanya bisa memenuhi 400 liter/detik. Menyangkut keluhan pelanggan terkait kekeruhan air, kami sikapi dengan tiap hari melakukan pencucian pipa dengan harapan kekeruhan air bisa diatasi. Selain itu, kami juga melakukan jemput bola dengan mengantarkan mobil tangki ke pelanggan. Perumda AM Padang telah menyiapkan armada untuk menyalurkan air secara langsung agar pelanggan tidak mengalami krisis air bersih,” jelas Andri Satria. (rif)
