PADANG, POSINFO – Kemenangan tipis 0-1 dari tuan rumah Persiraja Banda Aceh sejatinya merupakan start bagus bagi Semen Padang FC mengawali kiprahnya di kompetisi kasta kedua kompetisi sepakbola domestik, Liga-2.
Tiga poin di tanah “Rencong” sekaligus menutup poin minus, lantaran Kabau Sirah mengawali kompetisi dengan minus satu buntut dari hukuman administratif.
Meski mampu merealisasikan target kemenangan di laga perdana, namun banyak catatan yang harus sewa diperbaiki jajaran tim pelatih. Berbekal sederet nama beken di tim, namun secara keseluruhan kehadiran mereka di tim urang awak ibarat jauh panggang dari pada api. Belum terlihat sentuhan dan kualitas individu sederet pemain yang beken.
Lini belakang yang masih terlihat keropos, berikut sektor tengah yang gagal menjalankan perannya menjadi masalah mendasar Nilmaizar jelang menghadapi PSIS. Masalah krusial juga terlihat di lini serang yang belum berkembang. Satu-satunya sektor yang tampil solid adalah posisi penjaga gawang yang ditempati Ikhram Algifari.
Penampilan pemain muda asal Sumbar tersebut benar-benar menjadi momok menakutkan barisan depan Persiraja. Seabrek peluang gagal berbuah gol, karena penampilan Ikhram yang gemilang.
Menanggapi kemenangan atas Persiraja, pelatih kepala Semen Padang FC, Nilmaizar mengaku bersyukur dengan hasil positif yang diraih anak asuhnya. Nil menyebut, kemenangan yang diperoleh merupakan hasil kerja keras dari awal hingga akhir pertandingan.
Terkait permainan di babak pertama yang kurang maksimal, Nilmaizar tidak menampik adanya kendala teknis di lapangan yang sempat membuat timnya kerepotan.
“Yang pertama itu susah ya. Memang ada kesalahan-kesalahan passing, salah kontrol. Tapi yang penting hasil akhirnya cukup bagus dan itu nanti akan saya perbaiki dengan tim pelatih bagaimana dan apa yang harus kita perbaiki untuk ke depannya. Tapi babak kedua semua mencair, menjadi lebih baik sehingga kita bisa memetik kemenangan,” tuturnya.
Menyikapi besarnya ekspektasi dan tekanan dalam menangani skuad mewah yang dihuni banyak pemain berlabel bintang pada musim ini.
Menanggapinya dengan sangat bijak. Ia menganggap hal tersebut murni sebagai bentuk tanggung jawab profesional.
“Kalau beban, ya tidaklah, kita kan bertanggung jawab dengan tim ini. Tapi tidak usah juga kita terlalu tersiksa dengan situasi itu, tidak boleh. Beban itu sebagai rasa tanggung jawab kita bagaimana kita menangani tim dengan penuh, orang-orang yang sudah pernah di tim nasional, sudah pernah juara liga. Ya kita syukuri saja. Yang penting semuanya berjalan lancar dan saya dengan pemain, dengan tim pelatih bisa bekerja sama dengan bagus,” tegas Nilmaizar.
Semen Padang FC bakal menjalani pertandingan kedua dengan bertindak sebagai tuan rumah. PSIS Semarang menjadi lawan berikutnya, Minggu (20/9) di Stadion Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi.
Di papan klasemen sementara, PSIS berapa di undakan kedua. Sementara Semen Padang berada di tempat ketiga dengan sama-sama mengoleksi dua poin. (rif)
