Perjuangan punggawa Semen Padang FC untuk bertahan di Super Luegue urung mendatangkan hasil maksimal. Semen Padang FC resmi turun ke Liga-2 musim 2026-2027.

PADANG – Ada ungkapan yang lazim di masyarakat “nasi sudah jadi bubur” yang artinya sesuatu perbuatan atau peristiwa Suah terlanjur terjadi dan tidak dapat diperbaiki lagi, diubah atau dikembalikan seperti semula.

Ungkapan itu berlaku bagi Semen Padang FC yang pada kenyataannya terdegradasi ke Liga-2 musim menatang.

Hanya saja, meski nasi sudah menjadi bubur, namun harusnya .asih bisa dimanfaatkan, menjadi bubur ayam misalnya.

Analogi ini mengajarkan, jika sesuatu yang telah dan terlanjur terjadi bisa dimanfaatkan, diperbaiki sehingga lebih baik kedepannya.

Gagalnya Kabau Sirah bertahan bertahan di Super League sejatinya menghadirkan kekecewaan mendalam bagi fan dan pendukung setia. Meski begitu, banyak pula yang memilih tim ini bermain di Liga-2 dan juara, dari pada kati bulan-bulanan di Liga-1.

Setidaknya publik berharap ada perbaikan signifikan serta tidak berlama-lama bermain di kasta kedua sepakbola nasional.

Manajemen Kabau Sirah telah mengucapkan permintaan maaf kepada suporter dan masyarakat Kota Padang, pada umumnya, Senin, 4 Mei 2026 terkait turun kastanya tim ke kompetisi kelas dua.

“Manajemen Semen Padang FC menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh suporter, pencinta sepak bola, serta masyarakat Sumatera Barat,” tulis klub di akun Instagram @semenpadangfcid.

“Atas hasil yang tidak sesuai harapan pada musim ini, yang berujung pada degradasi tim ke Liga 2,” lanjutnya.

Dalam keterangan lanjutan, manajemen sepenuhnya menyadari bahwa pencapaian ini jauh dari ekspektasi dan telah menimbulkan kekecewaan bagi publik Sumatera Barat.

Manajemen klub  berharap agar dapat kembali bersaing dan meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang. (rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *