PADANG – Semen Padang FC bakal melakoni laga tandang ke markas Borneo FC, Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (25/4/2026). Sebelumnya, tim urang awak keok dari Persijap di kandang sendiri, 0-2.
Bicara peluang, meraih poin di Segiri pada laga ke-29 hampir tidak mungkin. Hal ini sangat realistis. Harapan satu-satunya adalah, Semen Padang tidak dibantai dan berharap kalah tak lebih dari satu gol.
Tim urang awak memang dalam situasi sulit. Ibaratnya, sudah terjatuh, bakal tertimpa tangga pula jika kalah dari Borneo.
Andai nanti skuat asuhan Imran Nahumarury kembali kalah, otomatis peluang bertahan di Super League sudah tertutup.
Walau kenyataannya masih memiliki tiga pertandingan kandang, namun diprediksi jika sanggup mengemasi tiga kemenangan home, tetap sulit menyelamatkan tim ini.
Hal tersebut tidak terlepas dari pesaing terdekat, Persis Solo yang sudah mengoleksi 27 poin. Satu kali kemenangan yang diraih Persis, sudah memastikan Semen Padang masuk “kotak” hilang dari radar Super League musim depan.
Di tengah kondisi sulit dan penuh tekakan, pelatih Imran Namuhamrury menyebut, seluruh pemain akan berjuang hingga titik darah penghabisan dan menolak menyerah dengan situasi.
“Saya tahu suporter sangat kecewa. Pemain juga kecewa. Namun, ini kenyataan yang harus kami terima. Kita semua akan berjuang hingga tetes darah terakhir,” kata Imran baru-baru ini.
Ia menyadari betul misi yang diembannya sejak awal memang bukan tugas ringan. Dengan tersisa enam laga, ia harus bekerja lebih ekstra keras lagi.
“Saya ini bukan pesulap. Bukan buka tangan langsung jadi,” tuturnya.
Ia menegaskan, kerja keras dan motivasi menjadi dua hal yang harus ditingkatkan jelang menghadapi Borneo.
Baginya, apa pain bisa terjadi dalam sepakbola. Hal yang tidak masuk akal pun bisa menjadi sesuatu yang logis terjadi. Untuk itu, Imran tetap menjaga optimisme menghadapi enam laga sisa yang menjadi penentu. (rif)

