55 Penderita HIV Tersebar di Dharmasraya, 7 Diantaranya Pasien Baru

DHARMASRAYA, POSINFO —Sebanyak 55 orang di Kabupaten Dharmasraya, tercatat menderita HIV dan terus menjalani pengobatan secara rutin sejak Januari hingga September 2026. Dari jumlah tersebut, 49 orang merupakan warga yang berdomisili di wilayah setempat, sementara enam lainnya berasal dari luar daerah.

Data tersebut mencatat adanya tujuh pasien baru yang mulai menjalani pengobatan pada periode yang sama. Dari total pasien yang sedang berobat, terdiri dari 36 laki-laki dan 19 perempuan.

“Kami mencatat, Laki-laki mendominasi penderita HIV,” kata Kepala Dinas kesehatan Dharmasraya Yostadevina yang di dampingi dr Milana Gafar, baru-baru ini.

Ia mengatakan, salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Pulau Punjung, dengan 13 pasien. Sementara itu, Koto Baru tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus tertinggi

Menurutnya, penularan HIV sendiri dapat terjadi melalui sejumlah aktivitas yang memungkinkan terjadinya pertukaran cairan tubuh, termasuk penggunaan jarum suntik secara bergantian. Namun, HIV tidak menular melalui aktivitas sehari-hari seperti makan dan minum bersama.

Pengobatan menjadi salah satu langkah penting bagi orang dengan HIV. Dengan pengobatan yang rutin, jumlah virus dapat ditekan sehingga tidak berkembang dan kondisi kesehatan dapat dipertahankan dalam waktu lama.

Sebaliknya, jika HIV tidak ditangani hingga berkembang menjadi AIDS, daya tahan tubuh dapat menurun dan penderitanya menjadi jauh lebih rentan terhadap berbagai penyakit.

“Potensi untuk bertahan masih lama ketika belum sampai pada AIDS, terutama jika pengobatan dilakukan secara rutin,” sebutnya

Upaya pencegahan dan edukasi juga terus dilakukan melalui puskesmas, termasuk memberikan pemahaman kepada kelompok masyarakat dan di sejumlah tempat berkumpul seperti kafe.

Untuk mendapatkan pemeriksaan maupun pengobatan, masyarakat juga telah memiliki akses ke fasilitas layanan kesehatan yang menyediakan penanganan HIV.

Dalam pemetaan faktor risiko, kelompok laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL) disebut menjadi salah satu kelompok dengan potensi risiko penularan yang tinggi.

Masyarakat diimbau tidak memberikan stigma kepada orang dengan HIV. Sebab, dengan pengobatan dan pendampingan yang tepat, orang dengan HIV tetap dapat menjalani kehidupan dan beraktivitas seperti biasa.(yahya)