PADANG, POSINFO – Sederet klub Liga-1 disebut-sebut antri menunggu tandatangan eks Timnas sekaligus pemain naturalisasi, Stefano Lilipaly. Hanya saja, mantan pilar Borneo FC berusia 36 tahun itu memutuskan bergabung bersama Semen Padang di Liga-2.
Sebuah pilihan yang sejatinya tidak popular tentunya, lantaran Kabau Sirah baru saja terdegradasi ke kasta kompetisi kedua sepakbola nasional. Lantas apa alasan pemain yang fasih memainkan posisi sayap kiri dan gelandang serang tersebut.
Pertanyaan itu dijawab Lilipaly, pada sesi launching tim Menara TOP Food, Alam Sutera, Tangerang, pada hari Selasa, 25 Agustus 2026 lalu.
Pemain kelahiran Belanda itu menegaskan kesiapannya untuk memberikan kontribusi maksimal dalam membantu Semen Padang mencapai target utama mereka di kompetisi musim depan.
“Iya, mereka (Semen Padang) mau juara, dan itu bagus. Dan saya ingin membantu tim Semen Padang bisa kembali ke Liga 1. Itu juga keuntungan bagi saya juga,” kata Lilipaly.
Keseriusan manajemen untuk kembali mentas di Liga-1 sekaligus menargetkan tampil sebagai juara pada Liga-2 musim ini juga menjadi pertimbangannya menerima “pinangan” meski banyak klub terutama dari Liga-1 yang menginginkan Lilipaly.
“Semua pemain ingin main untuk juara dan di kesempatan ini, mereka berbicara soal rencana untuk tahun ini. Ini sangat cocok untuk saya, saya juga ingin juara,” ujar Stefano Lilipaly.
Jelang berlaga di Liga-2 Semen Padang FC direncanakan bakal melakukan ujicoba internasional. Dalam rangkaian laga persiapan tersebut, Semen Padang dijadwalkan bakal menjajal kekuatan klub asal Singapura, Hougang United, pada 5 September mendatang di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.
“Semoga saya bisa memberikan kontribusi yang terbaik untuk tim ini di tahun ini. Bersama-sama kami bisa membawa tim ini kembali ke Super League,” jelas Stefano Lilipaly.
Selain kematangan persiapan, kedalaman komposisi pemain yang memadukan pilar berpengalaman dan talenta muda seperti Mochamad Mierza Firjatullah menjadi faktor keyakinan Lilipaly.
“Kami mengikuti beberapa hari TC di Yogyakarta. Itu bagus karena kami ada banyak tanding. Dan ada juga hasil yang positif. Saya sangat senang di sini,” pungkas Lilipaly. (adi)
