DHARMASRAYA, POSINFO – Langkah cepat atasi kekeringan, akibat kemarau panjang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya, distribusikan Air bersih. Hingga kini, sebanyak 238.500 liter air bersih untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan selama periode 18 Agustus hingga 12 September 2026.
Kepala Dinas Kominfo Dharmasraya, Martin Efendi, mengatakan bantuan air bersih didistribusikan menggunakan 53 tangki ke 16 lokasi yang tersebar di 14 nagari.
“Penyaluran ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang, total penerimaan manfaat sudah mencapai 1.119 kepala keluarga, dan dua sekolah sampai saat ini,” katanya, Senen (14/09/26)
Ia mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Dharmasraya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mengurangi dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Ia menyebutkan pendistribusian akan dilakukan secara berkala guna memastikan masyarakat di wilayah terdampak tetap mendapatkan akses air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kondisi kekeringan berlangsung.
Berdasarkan data distribusi hingga Jumat (12/9), jelas dia Kecamatan Koto Baru menjadi wilayah dengan penyaluran terbanyak, yakni 27 tangki, disusul Pulau Punjung sebanyak 11 tangki dan Timpeh empat tangki.
Selanjutnya, distribusi dilakukan di Kecamatan Sitiung sebanyak tiga tangki, Koto Besar tiga tangki, Koto Salak dua tangki, Tiumang dua tangki, dan Sungai Rumbai satu tangki.
Selain distribusi air bersih, kata dia Pemkab Dharmasraya juga tengah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera membangun sumur bor di wilayah yang membutuhkan sumber air.
Pemerintah daerah juga sedang mengomunikasikan dukungan dari sejumlah perusahaan untuk mendapatkan tambahan armada mobil tangki guna memperkuat pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat, kata dia.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menghadapi dampak musim kemarau, sehingga penanganan di lapangan dapat dilakukan secara terpadu dan kebutuhan masyarakat dapat segera direspons.
“Kolaborasi penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.(yahya)
