Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury.

PADANG – Semen Padang FC memang angkat kaki dari Liga-1 untuk musim 2026-2027. Kepastian itu diperoleh jauh sebelum BRI Super League berakhir. Tidak konsistennya penampilan anak asuh Imran Nahumarury menjadi alasan kuat turun kastanya Kabau Sirah ke Liga-2 musim mendatang.

Di laga pamungkas Super League, Semen Padang bakal bertandang ke markas Persija Jakarta yang bakal di bentang di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (23/5/2026).

Tim urang awak berpotensi melanjutkan rekor buruk, 14 laga tanpa kemenangan. Ironisnya, sepanjang 13 pertandingan terakhir, Semen Padang menelan 11 kali kekalahan dan dua hasil imbang.

Di atas secarik kertas, Persija Jakarta jauh lebih diunggulkan ketimbang Kabau Sirah -julukan Semen Padang FC. Apalagi, Semen Padang FC sudah dipastikan terdegradasi ke Championship musim depan.

Meski sudah tidak berarti apa-apa bagi kedua tim, duel kontra Semen Padang FC tentu menjadi laga penting bagi skuadย Macan Kemayoran.

Persija Jakarta wajib meraih kemenangan untuk menutup musim dengan manis. Apalagi, laga tersebut bakal dihadiri oleh puluhan ribu The Jakmania yang siap berpesta menutup musim ini.

Sebaliknya, laga ini hanya formalitas bagi Semen Padang, bayang-bayang kekalahan dengan skor mencolok mulai terasa.

Misi satu-satunya tim urang awak pada laga penutup ini adalah jangan sampai menjadi tim terbawah yang saat ini ditempati oleh PSBS Biak. Pada hari yang sama Biak bakal melakoni laga away ke markas Bhayangkara FC.

Pelatih Semen Padang Imran Nahumarury, berharap seluruh pemain tetap fight saat menghadapi Persija. Sebab, menurutnya sebagai tim profesional, seluruh pemain tetap harus berjuang dan memberikan yang terbaik bagi publik Semen Padang

“Tentu saya harap pemain tetap antusias untuk meraih kemenangan sebagai hadiah terakhir untuk masyarakat Padang,โ€ ujar Imran Nahumarury beberapa waktu lalu. (rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *