PESISIR SELATAN – Langkah Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dalam membangun pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berakar pada nilai budaya kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Capaian tersebut ditandai dengan diraihnya penghargaan “Tumbuh Daerah Belajar” pada ajang Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 yang berlangsung di Universitas Negeri Yogyakarta, 1–2 Juli 2026.
Penghargaan yang diberikan oleh Lingkar Daerah Belajar (LDB) itu menjadi bukti bahwa berbagai inovasi pendidikan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dinilai mampu membangun ekosistem belajar yang kolaboratif, berkelanjutan, serta berpihak kepada kebutuhan peserta didik.
Tidak hanya pemerintah daerah yang menerima apresiasi. Bupati Pesisir Selatan, H. Hendrajoni, S.H., M.H., juga memperoleh Sertifikat Penghargaan sebagai narasumber pada sesi Dialog Berpihak kepada Anak atas kontribusinya membagikan pengalaman dan praktik baik pembangunan pendidikan di daerah.

Bagi Hendrajoni, penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan pengingat bahwa pendidikan harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi jati diri masyarakat.
Dalam pemaparannya di hadapan peserta konferensi dari berbagai daerah di Indonesia, Hendrajoni menjelaskan bahwa transformasi pendidikan di Pesisir Selatan dibangun melalui keseimbangan antara pemanfaatan teknologi digital dengan penguatan karakter yang berlandaskan falsafah Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Menurutnya, kemajuan teknologi memang menjadi kebutuhan dalam dunia pendidikan. Namun, kecerdasan akademik harus berjalan seiring dengan pembentukan akhlak, karakter, dan budaya agar mampu melahirkan generasi yang unggul sekaligus berkepribadian.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis yang telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. Di antaranya Program Nagari Pandai, Nagari Mengaji, Wajib Belajar 13 Tahun, penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), hingga pemerataan akses internet dan pemanfaatan perangkat pembelajaran digital di sekolah.
Berbagai program tersebut dirancang untuk memastikan seluruh anak di Pesisir Selatan memperoleh kesempatan belajar yang sama tanpa terkendala kondisi geografis maupun keterbatasan fasilitas pendidikan.
Pemerintah daerah juga mendorong lahirnya pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan melalui penguatan literasi digital, kewirausahaan, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Dengan pendekatan tersebut, lulusan sekolah diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan hidup yang mampu meningkatkan daya saing di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.
Dalam forum nasional itu, Hendrajoni turut memaparkan pengalaman Kabupaten Pesisir Selatan dalam membangun sistem pendidikan yang tangguh menghadapi bencana. Sebagai daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, keberlangsungan proses belajar menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat menjadi fondasi penting agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung dalam berbagai situasi, termasuk ketika terjadi bencana alam.
Keikutsertaan Kabupaten Pesisir Selatan pada Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 dipimpin langsung oleh Bupati Hendrajoni sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam membangun jejaring nasional di bidang pendidikan.

Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Zainal Arifin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Salim Muhaimin, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Kepala Bagian Umum, serta utusan Lingkar Daerah Belajar Pesisir Selatan.
Selain mengikuti rangkaian konferensi, rombongan juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas kerja sama dengan berbagai pemerintah daerah dan komunitas pendidikan di Indonesia melalui pertukaran pengalaman mengenai inovasi kebijakan yang berdampak terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan.
Penghargaan “Tumbuh Daerah Belajar” yang diraih pada KPI 2026 menjadi pengakuan bahwa arah pembangunan pendidikan di Kabupaten Pesisir Selatan berjalan pada jalur yang tepat. Capaian ini sekaligus memperkuat semangat pemerintah daerah untuk terus menghadirkan inovasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Bupati Hendrajoni berharap prestasi tersebut menjadi energi baru bagi seluruh insan pendidikan di Kabupaten Pesisir Selatan untuk terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta bersama-sama mewujudkan generasi yang cerdas, berkarakter, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi dari semakin terbukanya kesempatan bagi setiap anak untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-citanya. (rik)
