Bupati Hendrajoni Jemput Investasi dan Inovasi Pertanian untuk Kemajuan Pesisir Selatan

PESISIR SELATAN – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan terus memperluas jejaring kerja sama internasional sebagai bagian dari strategi mempercepat transformasi sektor pertanian.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, SH., M.H ke Kota Changsha, Provinsi Hunan, Republik Rakyat Tiongkok, pada 24 hingga 28 Juni 2026.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah diplomasi daerah untuk membuka akses terhadap teknologi, investasi, dan inovasi yang telah terbukti mendorong kemajuan sektor pertanian di salah satu kawasan agraris terdepan di Tiongkok.

Bagi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Karena itu, peningkatan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian menjadi prioritas dalam pembangunan daerah beberapa tahun ke depan.

Selama berada di Changsha, Bupati Hendrajoni melakukan pertemuan dengan jajaran Hunan Xindaxian Co., Ltd. beserta perusahaan-perusahaan dalam grupnya yang bergerak di bidang penelitian benih padi, industri susu kambing, hingga manufaktur alat dan mesin pertanian modern.

Di hadapan para pelaku industri tersebut, Hendrajoni memaparkan berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Pesisir Selatan. Mulai dari luas lahan pertanian yang masih dapat dikembangkan, kekayaan sumber daya alam, hingga peluang investasi pada sektor hilirisasi komoditas unggulan daerah.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kemudahan pelayanan perizinan, kepastian hukum, dan dukungan terhadap investor yang ingin berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Selama berada di Changsha, Bupati Hendrajoni melakukan pertemuan dengan jajaran Hunan Xindaxian Co., Ltd. beserta perusahaan-perusahaan dalam grupnya.

Selain melakukan presentasi, rombongan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berkesempatan meninjau langsung kawasan pertanian modern di Changsha. Berbagai teknologi pertanian diterapkan secara terpadu, mulai dari proses pembibitan, budidaya, hingga pengolahan hasil panen.

Salah satu perhatian utama rombongan tertuju pada fasilitas rice milling modern berkapasitas besar yang mampu mengolah lebih dari puluhan ton gabah setiap hari. Teknologi tersebut menghasilkan beras berkualitas tinggi dengan tingkat kehilangan hasil panen yang sangat rendah.

Pengalaman tersebut menjadi referensi penting bagi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dalam merancang modernisasi pengolahan hasil pertanian sehingga petani tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperoleh nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Hasil pertemuan di Changsha menghasilkan kesepahaman awal untuk melanjutkan komunikasi melalui kunjungan balasan dari Hunan Xindaxian Co., Ltd. ke Kabupaten Pesisir Selatan. Kunjungan tersebut nantinya akan melibatkan mitra swasta di Indonesia guna menyusun bentuk kerja sama yang lebih konkret.

Salah satu program yang menjadi fokus pembahasan adalah rencana pembangunan fasilitas rice milling modern dengan kapasitas pengolahan lebih dari 50 ton gabah per hari. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai pasok sekaligus meningkatkan daya saing beras asal Pesisir Selatan.

rombongan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berkesempatan meninjau langsung kawasan pertanian modern di Changsha.

Tidak hanya berhenti pada pengolahan hasil panen, kerja sama juga diarahkan pada pengembangan benih padi unggul, penerapan teknologi budidaya modern, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pendampingan bagi petani dalam menerapkan sistem pertanian yang lebih efisien.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menargetkan penerapan teknologi tersebut dapat meningkatkan produktivitas padi lebih dari 30 persen. Target itu diyakini realistis apabila didukung inovasi, mekanisasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Peluang kolaborasi juga diperluas ke sektor jagung dan perikanan yang selama ini menjadi potensi unggulan daerah. Dengan demikian, manfaat kerja sama internasional diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pelaku usaha dan masyarakat.

Bupati Hendrajoni menegaskan bahwa setiap kerja sama yang dibangun harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, investasi tidak hanya diukur dari nilai modal yang masuk, tetapi juga dari transfer teknologi, peningkatan keterampilan, dan terbukanya kesempatan ekonomi baru.

“Kami ingin setiap kerja sama yang dibangun mampu menghadirkan teknologi, investasi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia sehingga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Harapan kami, Kabupaten Pesisir Selatan dapat berkembang menjadi salah satu pusat penelitian dan pengembangan komoditas padi di wilayah Sumatera, sekaligus menjadi daerah yang maju dalam produktivitas dan hilirisasi pertanian,” ujar Hendrajoni.

Kunjungan kerja tersebut telah memperoleh izin dari Kementerian Dalam Negeri sesuai ketentuan yang berlaku. Seluruh pembiayaan perjalanan juga sepenuhnya ditanggung oleh pihak ketiga sehingga tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dalam agenda itu, Bupati didampingi Sekretaris Daerah Zainal Arifin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hadi Susilo, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Andi Syafinal, Kepala DPMPTSP Ahmad Hidayat, Sekretaris Dinas Pertanian Hendro Kurniawan, Kepala Bidang Tata Ruang Fionna Mirzal, Sespri Bupati Akva Widodo, serta Yamin Kahar dari PT Dempo Group.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan optimistis kemitraan internasional ini akan menjadi pintu masuk bagi percepatan modernisasi pertanian, lahirnya investasi baru, berkembangnya industri hilir, serta meningkatnya kesejahteraan petani secara berkelanjutan. (rik)