Bupati Annisa hadiri Alek Nagari Tebing Tinggi.

DHARMASRAYA –  Bupati Annisa Suci Ramadhani, mengingatkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan arus globalisasi menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan adat dan budaya lokal. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menanamkan nilai-nilai adat kepada generasi muda.

“Kita tidak ingin generasi muda semakin jauh dari akar budayanya, apalagi sampai tidak mengenal adat nagarinya sendiri, katanya, saat menghadiri kegiatan Alek Nagari Tebing Tinggi yang digelar di Rumah Panjang Nagari Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung, Selasa (28/4/26).

Bupati Annisa mengapresiasi penyelenggaraan Alek Nagari yang dinilai berhasil mengangkat kembali tradisi sebagai bagian penting dari pelestarian budaya Minangkabau.

“Alek Nagari bukan sekadar seremonial, tetapi warisan budaya yang harus kita jaga bersama sebagai identitas masyarakat dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Menurutnya, Alek Nagari juga menjadi momentum mempererat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah yang religius, berbudaya, dan sejahtera.

Dirinya menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan di Nagari Tebing Tinggi. Di antaranya alokasi anggaran Rp500 juta untuk pembangunan jalan lingkar, Rp1,5 miliar untuk perbaikan jalan, serta bantuan tiang listrik guna mendukung operasional SMP baru di wilayah tersebut.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan melakukan rehabilitasi Rumah Gadang Panjang yang selama ini menjadi pusat kegiatan adat masyarakat.

Bupati Annisa menegaskan bahwa pelestarian adat dan budaya tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia dan masyarakat atas suksesnya rangkaian Alek Nagari yang telah berlangsung sejak 24 hingga 28 April 2026.

“Alek Nagari ini bukti bahwa adat masih hidup di tengah masyarakat. Semoga semangat ini terus terjaga demi Dharmasraya yang lebih sejahtera dan merata,” tutupnya.

Sementara itu, perwakilan tuan rumah Rumah Panjang, Joni Arpan Dt Bandaro Labiah, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati di tengah kesibukannya.
Ia menjelaskan, Alek Nagari merupakan agenda tahunan yang telah diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk pelestarian adat sekaligus mempererat silaturahmi antar unsur masyarakat.

“Ini menjadi ajang silaturahmi antara datuak, niniak mamak, bundo kanduang, cucu kemenakan, alim ulama, cadiak pandai, urang sumando, dan sumandan,” ujarnya.

Menurutnya, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Idul Fitri dengan tradisi saling mengunjungi dalam hubungan kekerabatan adat, dan mencapai puncaknya pada pelaksanaan Alek Nagari.

Ia juga berharap kegiatan tersebut ke depan dapat menjadi agenda resmi daerah. Joni turut mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya sebesar Rp50 juta untuk pelestarian adat melalui pemerintah nagari.

Selain kegiatan silaturahmi, Alek Nagari Tebing Tinggi juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan, seperti silek sonsong, lomba canang antar suku, pidato adat tingkat SD, majapuik tando, hingga lomba marandang, yang bertujuan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap adat dan budaya Minangkabau. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *