Jelang Porprov 2026, Atlet Petanque Berlatih dengan Peralatan Seadanya

DHARMASRAYA, POSINFO – Di tengah persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar Oktober 2026, perjuangan sejumlah atlet justru berlangsung jauh dari kata layak. Alih-alih didukung fasilitas latihan yang memadai, mereka harus berlatih dengan peralatan seadanya. Tak jarang, kebutuhan latihan bahkan ditutup menggunakan uang pribadi.

Kondisi tersebut menjadi kepedihan tersendiri. Atlet dituntut menorehkan prestasi dan membawa nama daerah, tetapi kebutuhan dasar untuk menunjang latihan masih harus mereka penuhi sendiri.

Sejumlah atlet mengaku tetap menjalani program latihan meski fasilitas yang tersedia belum sepenuhnya mendukung kebutuhan cabang olahraga mereka.

“Kalau menunggu fasilitas lengkap, kami tidak akan bisa latihan maksimal. Jadi sebisa mungkin kami cari cara sendiri,” ujar salah seorang atlet yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Beban tidak berhenti pada keterbatasan peralatan. Biaya transportasi, kebutuhan latihan, hingga perlengkapan pribadi juga dalam sejumlah kasus harus dikeluarkan dari kantong atlet.

Hal itu yang kini di rasakan oleh Atlet petanque ( FOPI) Kabupaten Dharmasraya.

Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026, yang akan digelar di Padang pada Oktober mendatang, 10 atlet petanque tersebut penuh semangat berlatih.

Latihan petanque yang saat ini dilakukan di sejumlah lokasi, di antaranya SMK Negeri 1 Sitiung dan Lawai Fantasi.

Pelatih petanque Dharmasraya, M. Rizky, mengatakan kondisi yang serba terbatas membuat pihaknya harus memaksimalkan apa yang ada.

“Peralatan latihan kami beli sendiri. Yang bisa kita lakukan di tengah keterbatasan ini adalah terus memberikan semangat kepada atlet,” kata Rizky, Sabtu (19/09/26)

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan tambahan dukungan anggaran sehingga persiapan atlet menghadapi Porprov bisa lebih maksimal.

“Kami berharap ada tambahan dana dari pemerintah daerah, saat ini yang di biayai baru lima orang dari 10 atlet tambah satu pelatih ” ujarnya.

Kondisi serupa juga menjadi perhatian anggota DPRD Dharmasraya, ST Riki Alkhalik, yang turut memantau perkembangan latihan para atlet.

Dengan segala sumberdaya yang ada, ST Riki Alkhalik, terus memberikan semangat kepada atlet agar tetap fokus berlatih meski dukungan anggaran masih terbatas.

Menurutnya, untuk pelaksanaan Porprov 2026, KONI Dharmasraya hanya mendapatkan anggaran sekitar Rp500 juta, yang diperuntukkan bagi seluruh cabang olahraga yang akan mengikuti ajang tersebut
.
“Dana Rp500 juta itu untuk semua cabang olahraga, ini tentu perlu menjadi perhatian kita bersama, ” kata Riki.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan suntikan anggaran tambahan untuk mendukung kebutuhan atlet dan cabang olahraga yang akan membawa nama Dharmasraya di Porprov.

Bagi para atlet petanque, keterbatasan perlengkapan dan anggaran bukan alasan untuk mengendurkan latihan. Mereka tetap berlatih dengan satu target: memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama Dharmasraya di Porprov Sumatera Barat 2026.(yahya)