PADANG, POSINFO – Semen Padang FC kembali gagal mendatangkan striker haus gol sebagai tukang gedor di Liga-2 musim 2026-2027.
Sebelumnya striker Paul Komolafe gagal bergabung dengan Semen Padang disebabkan manajemen menerima laporan dari sang agen jika pemain tersebut mengalami cedera ACL. Alasan inilah yang menyebabkan pemain dengan daya gedor tinggi ini urung bermain untuk tim urang awak.
Teranyar, striker asal Portugal berdarah Tanjung Verde, Carlos Fortes disebut-sebut-sebut urung berlabuh di tim yang diarsiteki Nilmaizar.
Informasi terakhir yang diterima, jika pemain tersebut diragukan secara fisik. Fortes menurut Presiden Klub Andre Rosiade diragukan bisa bergabung lantaran dikuatirkan rentan cedera.
“Kami tidak mau mengambil risiko,” ujar Andre Rosiade menjawab salah satu pertanyaan fans Semen Padang FC di salah satu media sosial.
Nama Carlos Fortes tentu sudah tidak asing bagi pencinta sepak bola Indonesia. Penyerang berusia 31 tahun itu pernah menjadi salah satu striker paling tajam di Liga 1 saat membela Arema FC pada musim 2021/2022.
Bersama Arema, Fortes tampil impresif dengan mencatatkan 20 gol dari 31 pertandingan liga. Ketajamannya membuat dirinya menjadi salah satu penyerang paling disegani saat itu dan bahkan meraih penghargaan Gol Terbaik Liga 1 musim 2021/2022.
Setelah meninggalkan Arema, Fortes bergabung dengan PSIS Semarang. Selama memperkuat Laskar Mahesa Jenar pada periode 2022 hingga 2024, ia tampil dalam 37 pertandingan dan menyumbangkan 13 gol di kompetisi domestik.
Karier Fortes kemudian berlanjut ke luar negeri. Ia sempat memperkuat Al Dhafra di Uni Emirat Arab sebelum hijrah ke Liga China bersama Foshan Nanshi dan Suzhou Dongwu. Awal tahun 2026, Fortes bergabung dengan klub Vietnam, Song Lam Nghe An.
Namun kebersamaan Fortes dengan klub Vietnam itu tidak berlangsung lama. Berdasarkan data Transfermarkt, statusnya kini menjadi tanpa klub sejak 1 Juli 2026.
Kondisi tersebut membuat namanya mulai dikaitkan dengan sejumlah klub yang masih aktif di bursa transfer, termasuk Semen Padang.
Pengalamannya bermain di berbagai kompetisi Eropa, Asia, hingga Liga Indonesia menjadi modal berharga. Selain itu, Fortes juga sudah memahami karakter permainan sepak bola Indonesia. Faktor adaptasi yang relatif cepat dapat menjadi keuntungan tersendiri dibanding pemain asing yang baru pertama kali datang ke Tanah Air. (*)
