Ada Isu Liga-2 “Diatur”, Andre Rosiade Ingatkan PSSI

PADANG – Meski kompetisi Liga-2 belum dibentang, namun isu-isu miring mulai terdengar terkait tim-tim yang bakal lolos ke Liga-1 musim depan. Sebenarnya, isu ini bukan hal yang baru, setiap tahun, jelang kompetisi dibentang, hal-hal seperti ini terus saja terjadi.

Kecurigaan terhadap regulator kompetisi hingga PSSI dipicu oleh minimnya kepercayaan beberapa tim, lantaran mereka menilai adanya tim yang dianggap istimewa dan memiliki kedekatan dengan penyelenggara kompetisi.

Menanggapi isu yang kembali berhembus, Presiden Klub Semen Padang FC, Andre Rosiade berharap agar kompetisi berjalan sehat, fair dan terhindar dari permainan “di balik layar”.

“Kami juga mendengar adanya isu mengenai dua klub (Liga-2) yang sudah memboking Liga-1. Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan kepada PSSI, PT Liga dan Komite Wasit, jika  Semen Padang FC serius meraih juara Liga-2 dengan fair, fair play, jujur dan bersih. Saya harapkan ini dikawal oleh PSSI, PT Liga dan Komite Wasit. Kawal kompetisi ini agar bersih dan sehat,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (15/6/2026).

Andre memastikan, pihaknya akan melakukan upaya hukum, jika pada kenyataannya memang ada slot khusus ke Liga-1 untuk dua tim konstestan Liga-2 musim ini.

“Jika ada cara-cara yang tidak benar, ada yang “memboking” slot, satu hal yang saya ingatkan ini era Presiden Prabowo , era penegakkan hukum yang terbuka. Kami ragu-ragu membawa permasalahan ini ke ranah hukum,” tegasnya.

Legislator DPR RI itu menekankan, Semen Padang FC akan berkompetisi secara sportif dan serius mempersiapkan diri. Jika, nantinya ada permainan, tim urang awak dipastikan akan perang melawan mafia.

“Tidak ada orang kuat di negeri ini jika melakukan cara-cara mafia. Jadi, kami akan ikuti prosedur kompetisi yang sehat. Kami tidak menutup akan menempuh jalur hukum jika dicurangi,”

“Ini instrospeksi untuk kita semua, jangan aneh-aneh, mari berkompetisi secara sehat. Kami tidak berisik, tidak nyinyir, tapi marilah semua tim berkompetisi secara sehat,” pungkasnya. (rif)