PADANG – Sosok Nilmaizar bagi publik sepakbola nasional bukanlah nama yang asing. Selain pernah selama tiga periode melatih Semen Padang FC, Nilmaizar juga pernah dipercaya sebagai pelatih Timnas Indonesia pada masa transisi.
Pelatih kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat itu tercatat pernah menukangi Semen Padang FC di musim 2010-2012 dan 2015-2017.
Pada musim 2011/2012, Nil Maizar sukses membawa Semen Padang juara di Indonesian Premier League (IPL). Kini pria eksentrik saat berada di pinggir lapangan tersebut kembali berlabuh di tim yang membesarkan namanya.
Lantas, apakah yang menjadi pertimbangan bagi seorang Nilmaizar kembali menukangi Kabau Sirah pasca terdegradasi ke kasta kedua sepakbola nasional. Jawabannya singkat saja, karena memiliki “darah” Semen Padang.
“Saya punya sejarah panjang bersama Semen Padang, darah saya adalah Semen Padang, saat ini ranah minang memanggil saya, ya saya harus siap kembali mengabdi,” ujar Nil, Senin (15/6/2026).
Keputusan manajemen tidak menggunakan pelatih asing, tentu memiliki alasan. Begitupun dengan dipanggilnya kembali Nil ke Semen Padang, misi kembali ke Liga-1 musim 2027-2028 merupakan target utama.

“Target kita bagaimana Semen Padang FC bisa menjadi juara liga 2 2026/2027 dan kembali berkiprah di kasta tertinggi Liga 1,” tambahnya.
Misi berat yang diberikan manajemen menurut Nilmaizar harus mendapat dukungan semua pihak, termasuk fan setia tim urang awak yang tentunya tak ingin tim ini berlama-lama di Liga-2
“Hari pertama saya disahkan menjadi pelatih kepala Semen Padang, saya langsung bekerja bergerak cepat dalam membentuk tim ini, mulai dari susunan staf pelatih hingga skuad pemain yang akan kita rekrut, agar persiapan kita matang menuju kick-off liga 2 2026/2027,” jelas Nil.
“Dengan kerja keras, kerja ikhlas, kami yakin Semen Padang segera kembali ke Liga-1, mohon dukungannya,” pungkas mantan pelatih yang musim lalu melatih Sukses United itu. (rif)

