Posinfo.co – Kebiasaan menunda berhenti bermain ponsel dengan alasan “lima menit lagi” ternyata bukan sekadar persoalan disiplin waktu. Di balik aktivitas scrolling tanpa henti, konsumsi video pendek dalam durasi panjang disebut dapat memengaruhi kemampuan berpikir dan pengambilan keputusan seseorang.
Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa paparan berlebihan terhadap konten video pendek, seperti di TikTok, dapat memicu perubahan pada fungsi otak, khususnya pada sistem yang berkaitan dengan penghargaan. Aktivitas berlebih pada bagian ini membuat individu cenderung lebih impulsif dan kurang mempertimbangkan risiko dalam mengambil keputusan.
Temuan dari penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal NeuroImage mengungkap bahwa kondisi tersebut memiliki kemiripan dengan pola kecanduan lain, seperti alkohol dan perjudian. Individu menjadi lebih fokus pada kepuasan jangka pendek dibandingkan dampak jangka panjang.
Tak hanya itu, dampaknya juga merambah ke kemampuan kognitif sehari-hari. Studi lain yang melibatkan 60 partisipan menemukan bahwa penggunaan platform video pendek secara signifikan menurunkan kemampuan dalam menjalankan memori prospektif, yakni kemampuan mengingat dan mengeksekusi rencana di masa depan.
Dalam penelitian tersebut, peserta diminta tetap mengingat tugas tertentu di tengah aktivitas digital. Hasilnya menunjukkan bahwa pengguna TikTok mengalami penurunan performa dibandingkan saat menggunakan platform lain seperti Twitter dan YouTube, maupun saat tidak terpapar aktivitas digital.
Peneliti menilai bahwa kombinasi durasi video yang singkat dan perpindahan konten yang cepat menjadi faktor utama yang mengganggu fokus serta proses kognitif pengguna. Pola konsumsi ini dinilai dapat melemahkan kemampuan seseorang dalam merencanakan dan menyelesaikan tugas secara efektif.
Temuan ini memperlihatkan bahwa dampak media sosial tidak hanya berhenti pada aspek hiburan, tetapi juga menyentuh kualitas berpikir dan produktivitas. Oleh karena itu, pengaturan durasi penggunaan perangkat digital menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan kognitif di tengah derasnya arus konten instan.