Soto Padang Masuk Daftar Makanan Terburuk Dunia, Kok Bisa?

PADANG – Siapa yang tak mengenal Soto Padang? Hidangan khas Sumatera Barat ini telah lama menjadi salah satu kuliner favorit masyarakat Indonesia.

Kuah kaldu bening yang gurih, dipadukan dengan irisan daging sapi renyah, bihun, perkedel, dan taburan bawang goreng menjadikan Soto Padang memiliki cita rasa yang khas dan berbeda dari jenis soto lainnya di Nusantara.

Namun, hasil pemeringkatan terbaru yang dirilis platform kuliner internasional TasteAtlas per 17 Juni 2026 menghadirkan kejutan. Di tengah popularitasnya yang luas, Soto Padang justru masuk dalam daftar 89 Worst Rated Indonesian Foods atau makanan Indonesia dengan nilai terendah berdasarkan penilaian pengguna platform tersebut.

Dalam daftar itu, Soto Padang memperoleh skor 2,9 dari 5 poin, menempatkannya di jajaran 10 makanan Indonesia dengan rating terendah. Penilaian tersebut dihimpun dari lebih dari 9.300 ulasan pengguna, dengan sekitar 6.321 di antaranya telah diverifikasi sebagai ulasan yang sah oleh sistem TasteAtlas.

Meski demikian, TasteAtlas menegaskan bahwa daftar tersebut bukanlah vonis mutlak terhadap kualitas sebuah makanan. Platform itu menyebut pemeringkatan dibuat untuk memperkenalkan ragam kuliner lokal dari berbagai negara, membangkitkan kebanggaan terhadap makanan tradisional, serta mendorong masyarakat dunia untuk mencoba hidangan yang mungkin belum pernah mereka kenal sebelumnya.

Menariknya, bukan hanya Soto Padang yang masuk dalam daftar tersebut. Sejumlah makanan tradisional Indonesia yang cukup populer di daerah asalnya juga memperoleh nilai rendah. Bahkan beberapa di antaranya merupakan kuliner legendaris yang telah diwariskan turun-temurun.

Peringkat terendah ditempati Paniki, hidangan khas Sulawesi Utara berbahan dasar kelelawar buah, dengan skor 2,2. Disusul Tinutuan atau Bubur Manado dengan skor 2,6. Lawar khas Bali dan Nasi Jagung sama-sama memperoleh skor 2,7. Pepes Tahu juga mendapatkan nilai serupa.

Sementara itu, Soto Padang berbagi skor 2,9 dengan Buntil, makanan tradisional berbahan daun pepaya atau talas yang diisi parutan kelapa dan ikan teri. Di bawahnya terdapat Wajik, Bakso Ayam, dan Lalap yang masing-masing memperoleh skor 3,0.

Identitas Kuliner Daerah

Bagi masyarakat Sumatera Barat, Soto Padang bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas kuliner daerah yang telah dikenal hingga mancanegara.

Banyak penikmat kuliner menilai cita rasa Soto Padang yang kaya rempah dan tekstur daging renyah justru menjadi daya tarik utama yang membedakannya dari soto-soto lain di Indonesia. (edg)