DHARMASRAYA, POSINFO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menetapkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi Siaga Darurat atau Siaga 1 mulai 10 hingga 24 September 2026.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi menyusul potensi peningkatan karhutla di wilayah Dharmasraya. Sejak Agustus hingga 9 September 2026, tercatat 64 titik hotspot di daerah tersebut.
Meski jumlah hotspot masih lebih rendah dibanding sejumlah kabupaten/kota di Riau dan Jambi yang terdampak parah, Pemkab Dharmasraya menilai diperlukan penanganan yang lebih serius dan terkoordinasi.
Sejumlah faktor menjadi pertimbangan, di antaranya prediksi fenomena El Niño yang masih berlangsung hingga Oktober, luasnya kawasan hutan dan perkebunan, serta posisi Dharmasraya yang berbatasan langsung dengan wilayah Riau dan Jambi.
Selain itu, kualitas udara di Dharmasraya dalam tiga hari terakhir kembali menurun hingga masuk kategori tidak sehat.
“Kita tidak ingin menunggu kondisi menjadi lebih buruk baru kemudian bertindak. Karena itu, status Siaga Darurat ini adalah bentuk kesiapsiagaan kita untuk mencegah kebakaran meluas, melindungi masyarakat, sekaligus memastikan seluruh unsur bergerak bersama,” ujar Bupati, Kamis (10/09/26).
.
Perkuat Satgas dan Deteksi Dini
Keputusan peningkatan status tersebut dihasilkan melalui rapat Forkopimda yang dipimpin Bupati Dharmasraya dan dihadiri unsur kepolisian, kejaksaan, TNI, pengadilan, pemerintah daerah, serta UPTD KPHP Dharmasraya.
Dalam rapat itu juga disepakati Maklumat Forkopimda Kabupaten Dharmasraya tentang Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla yang akan diperkuat dengan SOP lintas sektoral.
Pemkab akan memperkuat pencegahan dan deteksi dini melalui Satgas Karhutla, termasuk 52 Satgas Karhutla tingkat nagari. Tim tersebut akan melakukan patroli rutin, terutama pada malam hari dan waktu yang dianggap rawan.
Perkembangan hotspot dan hasil patroli akan dilaporkan setiap hari kepada Bupati dan Forkopimda untuk memastikan potensi kebakaran dapat segera ditangani.
Pemkab juga akan menambah peralatan penanganan karhutla, seperti motor trail, selang, alat semprot, dan perlengkapan pendukung lainnya untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses. (yahya)
