PADANG, POSINFO – Semen Padang FC bermodalkan poin minus 1 jelang laga pembuka Liga-2 musim 2026-2027 menghadapi tuan rumah Persiraja Banda Aceh, Minggu (13/9/2026) malam. Uniknya kedua tim sama-sama start pada poin minus, lantaran terkena sanksi administratif.
General Manager Semen Padang FC, Denny Shulton menjawab dinamika yang terjadi, manajemen Semen Padang FC memberikan penjelasan terbuka mengenai sanksi pengurangan 1 poin di awal musim ini
“Masalah bermula ketika Stadion H. Agus Salim (GHAS) yang sedang direnovasi total belum bisa didaftarkan tepat waktu. Demi mengejar tenggat Club Licensing musim lalu (2025/26), manajemen mendaftarkan Stadion GBLA sebagai opsi alternatif,” ujarnya belum lama ini.
Hanya saja, demi efisiensi operasional dan beban finansial, klub mengajukan permohonan alih home base ke PT LIB. Namun, permohonan tersebut tidak disetujui operator liga. Manajemen akhirnya memilih Stadion Patriot demi kebaikan tim.
Akibat hal ini manajemen harus menerima konsekuensi regulasi. Aturan Club Licensing mewajibkan tim berlaga di stadion pendaftaran awal. Perubahan lokasi ini secara otomatis memicu sanksi administratif berkurang 1 poin.
“Atas sanksi ini Semen Padang FC menerima keputusan regulasi ini dengan lapang dada sebagai evaluasi tata kelola administrasi ke depan. Tim saat ini fokus pada setiap laga di lapangan untuk menutup defisit poin dan memberikan hasil terbaik,” pungkasnya.
Minus poin sebelum kompetisi dibentang, sedikit banyak sebuah kerugian bagi tim, apalagi Kabau Sirah harus melakoni laga tandang ke markas Persiraja di laga pembuka Liga-2. (rif)
