Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade.

PADANG – Semen Padang FC memiliki tugas rumah yang cukup berat untuk kembali mentas di Liga-1 musim 2027-2028.

Bukan saja masalah keras dan beratnya kompetisi yang harus dilalui, masalah finansial menjadi kendala serius yang bakal menjadi batu sandungan.

Penasihat Semen Padang, Andre Rosiade membeberkan, jika untuk kompetisi Super League tahun ini, PT Semen Padang selaku pemilik klub terbilang keteteran untuk memenuhi kebutuhan anggaran.

Perusahaan pelat merah itu, disebut-sebut hanya menyediakan anggaran sebar Rp15 miliar. Angka yang sangat minim untuk bisa bersaing di ketatnya kompetisi tertinggi sepakbola nasional.

Untuk memenuhi kebutuhan keuangan, Andre menyebut dirinya mencari sponsor dan mendapatkan dana tambahan sebesar jurang lebih Rp20 miliar.

Meski serba terbatas, namun sejauh ini Semen Padang mampu menyelesaikan kompetisi meski sempat diterpa isu keterlambatan pembayaran gaji pemain.

Masah yang sama berpeluang terjadi pada Liga-2 mendatang. Masalah pendanaan kembali menjadi kendala. Andre menyebut, untuk mengarungi kompetisi kasta kedua sepakbola nasional musim 2027-2028, anggaran yang harus disediakan sekitar Rp25 miliar.

“Tantangan Liga-2 tak kalah berat. Dibutuhkan anggaran Rp25 miliar untuk bersaing dan kembali promosi,” ujar Andre baru-baru ini.

Ia menyebut, bakal banyak perubahan yang akan dilakukan. Selain mengganti manajemen tim, sederet pemain juga akan diganti sesuai kebutuhan tim.

“Terkait pelatih, kita masih melakukan evaluasi, apakah tetap mempercayakan kepada Bang Imran (Imran Nahumarury) atau mencari pelatih baru,” pungkasnya. (rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *