Oleh Yahya
Wartawan Madya
Menjadi kepala daerah bukan perkara duduk nyaman di kursi nomor empuk. Bagi Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, amanah rakyat adalah tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan kerja nyata.
Belum genap dua tahun masa kepemimpinannya, Annisa yang akrab disapa Caca terus bergerak mendorong pembangunan di berbagai sektor. Sehingga, kini Dharmasraya di bawah kepemimpinannya semakin menjadi topik perbincangan dikalangan elit politik.
Waktu baginya bukan untuk bersantai, melainkan untuk memastikan program pembangunan berjalan dan kebutuhan masyarakat mendapat perhatian.
Tak ada kata orang dekat baginya untuk menduduki satu jabatan penting. Bisik bisik tetangga pun, tak mampu merubah pendirian. Bagi Caca, membangun daerah menjalankan amanah masyarakat jauh lebih penting dari segalanya.

Dengan latar belakang pendidikan hukum serta pengalaman akademik yang kuat, Caca dikenal memiliki gaya kerja yang disiplin dan tegas. Ia juga dikenal tidak segan meminta setiap program pemerintah disampaikan berdasarkan data.
Semangat tersebut terlihat dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan infrastruktur. Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum, khususnya Bidang Bina Marga, pada tahun 2026 sedikitnya Rp72.378.671.009,82 dari APBD Kabupaten Dharmasraya dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur.
Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan infrastruktur, termasuk sejumlah ruas jalan di berbagai nagari.
Namun, upaya membangun daerah tidak hanya mengandalkan APBD kabupaten. Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga berupaya mendapatkan dukungan pembiayaan dari tingkat provinsi hingga pemerintah pusat.
Pada 2026, terdapat Rp17.158.440.100 anggaran fisik dari APBD Provinsi yang dibawa untuk mendukung pembangunan di Dharmasraya. Sementara dari pemerintah pusat, tercatat Rp188.081.533.000 anggaran fisik APBN untuk pembangunan di daerah tersebut.
Angka-angka itu menjadi bagian dari gambaran bagaimana pemerintah daerah berupaya memperluas sumber pembiayaan pembangunan.
Di usia yang relatif muda, Caca harus meyakinkan pemerintah provinsi maupun pusat bahwa Dharmasraya membutuhkan dukungan anggaran untuk mempercepat pembangunan.
Tidak berhenti di sektor infrastruktur, pada 2026 Dharmasraya juga mendapatkan dana revitalisasi sekolah yang disebut mencapai sekitar Rp48 miliar.
Bagi Caca, pembangunan tidak hanya soal membangun jalan dan fasilitas fisik. Pendidikan juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan masa depan masyarakat Dharmasraya.
Perempuan yang memiliki hobi olahraga boxing itu juga membawa gaya kepemimpinan yang tegas dalam menjalankan roda pemerintahan. Bagi jajaran aparatur sipil negara, pola kerja tersebut menjadi tantangan sekaligus dorongan untuk bekerja lebih terukur.
Caca merupakan putri dari H. Marlon, yang pernah menjabat Bupati Dharmasraya periode 2004–2010. Namun, perjalanan kepemimpinannya kini harus dibuktikan melalui kerja dan kebijakan yang dijalankannya sendiri.
Dalam setiap pekerjaan, data menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian. Karena itu, pembahasan mengenai program pembangunan tidak cukup hanya dengan asumsi. Setiap persoalan dituntut memiliki dasar dan data yang jelas.
Gaya tersebut membuat sosok Caca dikenal sebagai pemimpin yang disiplin, tegas dalam berbicara, dan menaruh perhatian pada angka serta capaian program.
Pada akhirnya, ukuran pembangunan sebuah daerah bukan hanya seberapa besar anggaran yang tersedia, tetapi bagaimana anggaran tersebut diterjemahkan menjadi program yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Dan bagi Annisa Suci Ramadhani, ketika amanah sebagai bupati telah diberikan, tidak ada banyak ruang untuk bersantai. Ada jalan yang harus dibangun, sekolah yang harus diperbaiki, pelayanan yang harus ditingkatkan, serta harapan masyarakat yang harus dijawab melalui kerja nyata.(*)
