ISPU Karhutla di Dharmasraya Menurun, Kasus ISPA Capai 1.260 Orang

DHARMASAYA, POSINFO— Kualitas udara di daerah Kabupaten Dharmasraya mulai menunjukkan perbaikan. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipengaruhi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat turun dibandingkan hari sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya, Yostadevina mengatakan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada Kamis (10/9) sekitar pukul 06.00 WIB, ISPU berada di angka 113. Angka tersebut turun dibandingkan Rabu (9/9), ketika ISPU tercatat mencapai 130.

Meski mengalami penurunan, masyarakat tetap diminta waspada terhadap dampak paparan asap, terutama terhadap penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Untuk menekan angka ISPA, kami mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah,” ujar Yostadevina yang di dampingi dr Milana Gafar, Kamis (10/09/26).

Ia menyebutkan, kelompok anak-anak menjadi salah satu yang rentan terdampak paparan asap. Karena itu, Dinas Kesehatan terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui puskesmas yang ada di Dharmasraya.

Selain edukasi, Dinas Kesehatan juga telah membagikan sekitar 10 ribu hingga 15 ribu masker melalui puskesmas kepada masyarakat.

Tak berhenti di sana, petugas kesehatan kini juga melakukan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Kunjungan dari rumah ke rumah turut dilakukan bersama kader Posyandu untuk memantau kondisi warga yang terdampak.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Dharmasraya sejak 25 Agustus hingga 8 September, tercatat sebanyak 1.260 orang mengalami ISPA dari berbagai kelompok usia.

Ia merinci, kelompok usia 0-5 tahun sebanyak 269 orang, usia 6-9 tahun sebanyak 171 orang, dan usia 10-18 tahun sebanyak 123 orang. Sementara itu, kelompok usia 19-59 tahun menjadi yang paling banyak tercatat, yakni 591 orang. Sedangkan warga berusia 60 tahun ke atas tercatat sebanyak 112 orang.

Dirinya mengingatkan, masyarakat agar tidak menganggap remeh kondisi udara akibat karhutla. Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker dan segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan seperti batuk, pilek, sesak napas, atau gejala gangguan pernapasan lainnya.

“Upaya pencegahan terus kami lakukan, baik melalui edukasi, pembagian masker, pemeriksaan kesehatan maupun kunjungan ke rumah-rumah warga,” katanya.

Dirinya berharap, agar masyarakat mengurangi kegiatan diluar rumah terlebih lagi bagi anak-anak. Saat ini, lanjutnya, pemerintah daerah bersama Forkopimda tengah fokus pada penanganan Karhutla sebagai akar penyebab Ispa ini. (yahya)