PADANG, POSINFO – Persaingan sengit bakal tersaji di grup A kompetisi Liga-2 musim 2026-2027. Pasalnya tiga tim besar asal Sumatera Bakal saling “membunuh” untuk tiket promosi ke Liga-1 musim mendatang.
Grup A ini diisi oleh mayoritas klub wilayah barat Indonesia, salah satunya Kabau Sirah. Selain Semen Padang FC, klub Sumatera yang masuk grup A yaitu Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, PSPS Pekanbaru, dan Sumsel United. Sedangkan Tim lainnya yaitu Banten hingga Jawa Tengah. Kelima adalah FC Bekasi City, PSGC Ciamis, Persikad Depok, Persiku Kudus, dan PSIS Semarang.
Jelang kompetisi ditabuh, empat tim asal Pulau Andalas telah unjuk kemampuan. Mulai dari Semen Padang yang TC ke Yogyakarta, PSMS Medan yang mengikuti Piala Presiden, hingga Persiraja dan PSPS Pekanbaru yang mendapat hasil positif pada ujicoba prakompetisi.
Diyakini persaingan grup ini bakal sangat ketat. Empat klub Sumatera bakal berebut dua tiket menuju semifinal. Hanya tim yang kuat secara tim serta keuanganlah yang nantinya bakal melaju ke perebutan slot Liga-1.
Menanggapi persaingan di grup A, Presiden Klub Andre Rosiade mengatakan, semua tim memiliki peluang yang sama untuk menang, meski begitu, ia optimistis dengan kekuatan yang ada saat ini, Semen Padang bisa merealisasikan misi juara dan promosi ke Liga-1.
Sementara itu, pelatih Semen Padang FC, Nilmaizar menyebut, walau secara kekuatan timnya menjadi salah satu yang terbaik di Liga-2, namun ia meminta pemain tidak sombong.
”Kami bukan hanya untuk masuk ke Liga 1, tapi juara di Liga 2. Nah, ada empat hal yang saya harus bicarakan pada teman-teman. Pertama, keyakinan. Dengan skuad ini, saya dengan Presiden Klub yakin tim ini bisa juara Liga 2,” kata Nil belum lama ini.
Keyakinan tersebut, lanjut Nil, harus dibarengi dengan kerja keras. Kerja keras ini setidaknya sudah dilihat Nil dalam persiapan Semen Padang FC, termasuk pemusatan latihan di Yogyakarta dengan lima laga ujicoba.
Kunci lainnya ditekankan Nil adalah menjaga kerendahan hati atau tidak sombong. Ia meminta para pemain tidak terlena dengan berbagai penilaian positif yang menyebut Semen Padang sebagai salah satu kandidat terkuat untuk juara dan promosi.
“Memang teman-teman bilang, orang-orang bilang kita tim hebat, tim ini, tim itu, tapi kan kita enggak boleh sombong. Kalau kita sombong, hancur timnya,” tambahnya.
Adapun, modal terakhir yang dibawa Nil Maizar yakni senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan. “Kita berjuang dibarengi doa, ini hal yang penting dalam perjuangan tim,” pungkasnya. (ari)
