DHARMASRAYA – Kesal tak kunjung di perbaiki, warga Jorong Pisang Rebus Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung, melakukan aksi unik dengan menanam pohon pisang dan tebu di tengah jalan provinsi yang berlubang. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di minta buka mata dan melihat penderitaan masyarakat dan pengendara.
Aksi tersebut dilakukan sebagai simbol protes, sekaligus peringatan bagi pengendara agar berhati-hati saat melintasi ruas jalan yang kondisinya semakin memprihatinkan. Warga menyebut jalan provinsi itu telah mengalami kerusakan parah dengan lubang-lubang besar yang menganga di sejumlah titik.
Menurut warga, kerusakan jalan semakin bertambah parah dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu penyebabnya diduga karena tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas, termasuk mobil molen pengangkut material untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Beban kendaraan yang berat dinilai mempercepat kerusakan dan memperdalam lubang di badan jalan.
“Kondisinya sudah sangat membahayakan. Lubangnya besar dan dalam, apalagi saat hujan turun,” ujar Pardede 45tahun salah seorang warga, Rabu (24/06/26).
Saat musim hujan, lubang-lubang tersebut tertutup genangan air sehingga sulit terlihat oleh pengendara. Kondisi itu meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas pada malam hari dikarenakan jarak pandang terbatas.
Sementara itu, ketika musim kemarau, debu tebal dari jalan yang rusak beterbangan dan mengganggu aktivitas warga. Debu tersebut juga dikeluhkan menjadi penyebab gangguan pernapasan, baik bagi masyarakat sekitar maupun pengguna jalan.
“Lubangnya cukup besar pak, kalau tidak hati hati, bisa berdampak kerusakan pada mobil kami” ucap Kolil, seorang pengendara yang saban hari melintas di kawasan tersebut.
Berdasarkan pantauan, terdapat sedikitnya lima titik jalan berlubang berdiameter besar di wilayah Nagari Sitiung yang hingga kini belum mendapatkan penanganan.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk segera memperbaiki ruas jalan tersebut sebelum menimbulkan korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar.
Aksi penanaman pisang dan tebu itu pun menjadi bentuk sindiran keras kepada pihak terkait agar segera merespons keluhan warga yang telah lama menantikan perbaikan jalan provinsi tersebut. (yahya)
