Imran Nahumarury.

PADANG – Semen Padang FC berpeluang melanjutkan tren negatif pada dua laga sisa BRI Super League 2025-2026. Sejauh ini Kabau Sirah telah mencatatkan enam kali kekalahan secara beruntun. Terakhir keok di kandang Dewa United, 1-0.

Peluang itu tak terlepas dari dua lawan yang akan dihadapi. Masing-masing menjamu Persebaya Surabaya Jumat (15/4/2026) dan menghadapi Persija Jakarta, Sabtu (23/5/2026). Dua tim tersebut saat ini berada di papan atas dan berlomba finish di posisi tiga besar.

Meski Semen Padang menunjukan performa positif saat menghadapi Dewa United dengan hanya kalah 1-0, namun penampilan anak asuhan Imran Nahumarury yang tidak konsisten menjadi masalah mendasar hingga akhirnya tak mampu bertahan di Liga-1 musim depan.

Imran Nahumarury menilai, pada saat Semen Padang bermain di kandang lawan, ia melihat tim ini sangat solid dan bermain bagus.

Hanya saja menurutnya, bila bermain di hadapan pendukung sendiri, penampilan pemain justru labil. Hal inilah yang menjadi poin penting seringnya kekalahan terjadi di kandang sendiri.

“Main tandang mereka (pemain ) enjoy, tapi di kandang seperti ada beban. Ini bukan hanya taktikal, tapi psikologis,โ€ kata Imran Nahumarury menilai penampilan skuatnya.

Meski begitu, ia berharap pemain tetap berjuang sebagai pemain profesional hingga kompetisi berakhir.

“Ini merupakan momen “jual diri” bagi mereka. Apakah ingin bertahan di tim ini atau bermain di tempat lain,” ulasnya.

Menanggapi dua laga sisa, mantan pelatih Malut United ini berharap pemain tetap fight, walau kenyataannya dua pertandingan tersebut tidak akan berpengaruh, lantaran Semen Padang telah terdegradasi ke Liga-2.

“Kita ingin pemain bermain seperti biasa. Ini harga diri dan pembuktian sebagai pemain profesional,” pungkasnya. (rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *