Sampai jumpa lagi Super League, selamat datang di Liga-2. Usai keok dari Madura United, 0-1 di Stadion Haji Agus Salim Padang, Rabu (29/4/2026) persaingan zona degradasi semakin panas.
Namun, hal itu tidak bagi Semen Padang. Tim kebanggan masyarakat Minang ini bisa dikatakan tidak memiliki peluang lagi, kalau pun ada hanya sebatas penghibur diri.
Kekalahan memalukan di kandang sendiri menjadi puncak tertutupnya celah untuk bertahan di kasta kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia.
Padahal tiga angka pada pertandingan ini sangat penting, terlepas dari laga ini menjadi momen pertaruhan harga diri. Tapi, apa dikata, kekalahan terjadi di depan mata. Semen Padang menuju Liga-2.
Memang, belum satu tim pun yang bisa dipastikan turun kasta musim depan. Tapi jika melihat empat pertandingan sisa yang bakal dilakoni masing-masing tim, PSBS Biak dan Semen Padang memiliki presentase sangat besar hengkang ke kasta kedua.
Empat kontestan saat ini masih mengadu nasib mengamankan satu tempat ke luar zona Liga-2. Selain Semen Padang dan PSBS masih ada Madura United dan Persis Solo. Madura United menjadi salah satu tim dengan kans yang cukup besar selamat, di ikuti Persis Solo.
Persaingan Persis dan Madura diprediksi akan berlangsung ketat hingga kompetisi berakhir. Usia dibantai Persija, 4-0, Persis Solo memiliki empat laga sisa yang tergolong sulit.
Setelah ini, di pekan ke-31 mereka akan bertandang ke markas Malut United, lalu bertindak sebagai tuan rumah menjamu Persebaya.
Pada pekan ke-33, mereka bakal menjamu Dewa United dan pada laga pamungkas bertandang ke markas Persita. Maksimal poin yang diperoleh Persis kemungkinan hanya 33.
Sementara itu, Madura United diprediksi hanya mampu mengumpulkan 32 poin dari 4 pertandingan sisa. Kans Semen Padang menyegel peringkat 15 masih meski sangat kecil, sekali lagi kesempatan itu hanya penghibur diri.
Syaratnya tak main-main harus mampu mengamankan empat kemenangan baik kandang maupun tandang. Jika itu terealisasi, poin maksimal yang diraih cuma 32 poin, tak cukup untuk bisa selamat.
Pada laga away Semen Padang bakal menghadapi Dewa United dan Persija yang masih memburu peluang juara. Realistis saja, bakal pulang dengan kekalahan. Sedangkan pada laga kandang harus menghadapi gempuran Persik Kediri dan Persebaya. Bukan tidak mungkin dua laga ini juga berakhir kekalahan.
Ibarat mencari jarum di pasir pantai yang luas, berharap di tengah situasi amburadul seperti ini seakan mimpi di siang bolong.
Publik Sumatera Barat sepertinya harus menerima mimpi buruk kembali ke Liga-2. Kondisi ini tentu, berbanding terbalik dengan janji manajemen di awal musim dengan target bertengger di posisi 5 besar di klasemen akhir.
Harapan satu-satunya tentu Kabau Sirah kembali ke kasta sepakbola elit musim 2027-2028. Butuh kerja keras dan komitmen manajemen agar bisa menjalin tim ini kembali bersaing dengan tim-tim terbaik di Indonesia. Sayonara Super League, mudah-mudahan bertemu lagi. (*)

