Bupati Annisa Suci Ramadhani.

DHARMASRAYA – Respon cepat pihak perusahaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) atas turunnya harga sawit yang dikeluhkan oleh masyarakat, mendapat apresiasi dari Bupati Annisa Suci Ramadhani. Hal itu menyusul dari surat yang di layangkan oleh bupati.

“Kita apresiasi perusahaan telah mendengarkan permintaan dari masyarakat yang disampaikan melalui pemerintah daerah berapa waktu lalu,” katanya, Rabu (03/06/26).

Hal tersebut dikemukakan Annisa saat menanggapi kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di tingkat petani mencapai Rp3.160 per kilogram sebelumnya sempat turun drastis hingga Rp2.430 per kilogram.

Ke depan, bupati mengimbau pabrik kelapa sawit dalam membeli TBS selalu mengacu pada harga aktual pasar dan CPO dunia hingga produk turunnya mengingat harga yang bersifat fluktuatif atau cenderung berubah setiap harinya.

“Kami imbau perusahaan harus selalu update (memperbaharui) harga pembelian TBS yang harus mencerminkan harga aktual pasar,” katanya.

Menurut dia pembelian TBS menyesuaikan harga aktual pasar adalah hal yang wajib, dan meminta pabrik kelapa sawit untuk melaporkan perubahan harga ke pemerintah daerah secara berkelanjutan.

Bupati mengatakan pihaknya akan terus mengawasi harga TBS sawit karena hal tersebut sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk selalu memantau harga di setiap daerah.

“Pemerintah daerah sudah diminta untuk mengawasi harga-harga TBS tiap hari,” ujarnya.

Bupati perempuan pertama di Sumbar juga meminta pembelian harga TBS tetap memperhatikan kesejahteraan masyarakat untuk menjaga produksi buah secara berkelanjutan.

Sementara, salah seorang Petani di Jorong Harapan Mulya Nagari Koto Beringin, Kecamatan Tiumang, Syahrial (54) mengatakan harga TBS di tingkat patani naik menjadi Rp3.160 per kilogram hari ini.

Alhamdulillah tinggi naiknya hari ini,” ujarnya.

Ia mengatakan dalam berapa hari terakhir harga TBS naik secara bertahap setelah sempat anjlok berapa minggu lalu.

Masyarakat mengapresiasi langkah pemerintah daerah bersama Forkopimda yang telah melakukan berbagai upaya dalam menstabilkan harga TBS setelah turun mencapai Rp2.430 per kilogram.

“Semenjak ada surat edaran dari bupati, harga naik secara bertahap, mulai dari 50 rupiah, 70 rupiah, 190 rupiah, dan hari ini naik 250 rupiah per kilo dan menjadi yang tertinggi,” ujarnya.

Sebelumnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani Kabupaten Dharmasraya turun drastis dari Rp3.180 menjadi Rp2.430 per kilogram pada Jumat 22 Mei 2026.

Terhadap situasi tersebut, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani melayangkan surat imbauan hingga inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah PKS sebagai langkah menyikapi anjloknya harga TBS di daerah itu.

Sebagai informasi, harga TBS di tingkat pabrik di daerah itu bervariasi per Rabu 3 Juni 2026, diantaranya Rp4.005 per kilo (sesuai penetapan Disbun), PT DSL Rp3.340 per kilogram, PT HKI Rp3.310 per kilogram, PT DL Rp3.310 per kilogram, PT. SMP Rp3.170, PT Sak Timpeh Rp3.140, dan PT Sak Pangian Rp3.135 per kilogram. (yahya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *