DHARMASRAYA – Ratusan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di kabupaten Dharmasraya dibuat “Kalampasiang” menyusul adanya rencana pemindahan rekening penerima tunjangan sertifikasi dari Bank Syariah Indonesia (BSI) ke bank lain, oleh Kepala Kementrian Agama (Kemenag) setempat.
Sebanyak 235 guru PAI yang telah menerima sertifikasi mengaku kuatie dengan kebijakan tersebut. Mereka menilai perpindahan rekening berpotensi menimbulkan kendala dalam proses pencairan tunjangan yang selama ini diterima melalui rekening BSI.
Di tengah polemik tersebut, muncul isu yang menyebut pengalihan rekening dilakukan karena adanya kepentingan tertentu. Bahkan beredar informasi bahwa anak Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) bekerja di salah satu bank yang disebut-sebut menjadi tujuan pemindahan rekening para guru.
Menanggapi tudingan tersebut, Kepala Kemenag Masdan, membantah adanya unsur pemaksaan dalam rencana pemindahan rekening guru sertifikasi. Ia juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak memiliki kaitan apa pun dengan pekerjaan anaknya di sektor perbankan.
“Tidak ada kaitannya dengan anak saya yang bekerja di bank. Soal kerja sama, baik yang berkaitan dengan kepegawaian maupun keuangan, itu menjadi kewenangan kantor,” tegasnya, Rabu (03/06/26).
Ia juga membantah tudingan bahwa dirinya menerima keuntungan atau fee dari kerja sama dengan pihak bank tertentu.
“Saya tidak ada mencari untung atau menerima fee dari pihak bank yang bekerjasama,” ucapnya
Menurutnya, hingga saat ini belum ada satu pun dari 235 guru sertifikasi yang melakukan pemindahan rekening. Pihaknya, hanya berperan membantu memfasilitasi apabila ada guru yang ingin membuka atau memindahkan rekening ke bank yang dipilih.
“Kami membuka peluang kepada guru untuk membuka rekening di bank mana saja. Sampai sekarang belum ada yang pindah rekening,” katanya.
Ia juga mengamankan, bahwa pihaknya tidak ada melakukan penekanan soal dengan bank mana para guru tersebut membuka rekening.
“Silahkan saja mau di mana, mau di bank BSI, Mandiri atau BRI, kita membantu guru untuk membuka rekening dengan surat pernyataan,” jelasnya
Kepala Kemenag menegaskan, dirinya tidak merasa kuatir menghadapi polemik yang berkembang karena tidak memiliki kepentingan pribadi dalam persoalan tersebut.
“Saya tidak gentar dengan persoalan ini karena saya tidak mencari keuntungan,” tegas Masdan yang pernah bertugas di kepulauan Mentawai itu.
Dengan nada sedikit kesal, Kepala Kemenag Dharmasraya itu menegaskan, bahwa dirinya juga ikut membangun di daerah itu.
Meski demikian, sejumlah guru berharap Kemenag dapat memberikan penjelasan yang lebih rinci dan transparan terkait alasan serta mekanisme kebijakan tersebut, sehingga tidak menimbulkan keresahan di kalangan penerima tunjangan sertifikasi.(**)

